(Vibiznews – Commodity) – Harga cocoa di pasar komoditas ICE New York di akhir sesi perdagangan hari Selasa (20/11) yang ditutup pada Rabu pagi (21/11) turun ke level terendah 3-minggu terbaru masih oleh profit taking lanjutan menerima sentimen yang sama dengan perdagangan sebelumnya.
Perdagangan sebelumnya pasar menyimak laporan penjualan petani Pantai Gading mengirim 503.783 MT kakao ke pelabuhan dari 1 Oktober-18 November, naik + 39,6% dari waktu yang sama tahun lalu. Dewan Kakao Ghana pada hari Jumat lalu melaporkan telah membeli 162.419 MT kakao dari petani 5 Oktober – 8 November, dibandingkan dengan pembelian 99.682 MT dari 5 Oktober – 2 Nov tahun lalu.
Namun harga kakao ini berpotensi pulih kembali dari tingkat terburuknya karena pasokan saat ini terus mengetat setelah persediaan kakao yang dilaporkan ICE turun menjadi 3,594 juta tas pada hari Senin, terendah 10-1 / 4 bulan.
Harga kakao berjangka untuk kontrak paling ramai yaitu bulan Maret di ICE New York turun $16 atau 0,73 persen pada posisi $2.190 per ton. Demikian juga untuk harga kakao di bursa London alami penurunan 16 pound atau 0,98 persen pada 1,578 pound per ton.
Untuk perdagangan selanjutnya harga kakao berjangka yang diperdagangkan di bursa New York malam nanti diperkirakan rebound oleh sentimen pengetatan pasokan yang dilaporkan ICE diatas.
Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Group Editor: Asido Situmorang



