(Vibiznews – Commodity) – Harga kopi arabika di bursa ICE (Internasional Commodity Exchange) akhir sesi perdagangan hari Selasa (20/11) yang ditutup pada Rabu pagi (21/11) anjlok parah oleh karena penguatan dolar dan adanya tanda-tanda persediaan global yang melimpah yang dimonitor ICE.
ICE melaporkan pasokan kopi arabika terus naik dan membukukan tertinggi 4 tahun dari 2,459 juta tas. Namun pelemahan harga kopi mungkin terbatas dalam jangka pendek pada kekhawatiran tanaman kopi Brasil setelah Somar Meteorolgia melaporkan curah hujan 15,2 milimeter dalam seminggu terakhir atau hanya 28% dari rata-rata historis di Minas Gerais, wilayah penanaman kopi arabika terbesar Brasil.
Namun untuk harga kopi robusta alami penurunan hingga jatuh ke level terendah 1-1 / 2 bulan oleh laporan melimpahnya pasokan kopi di Vietnam sebagai negara produsen robusta terbesar di dunia. Kementerian Pertanian dan Pembangunan Pedesaan Vietnam melaporkan bahwa ekspor kopi Vietnam Jan-Okt naik + 21,2% y / y menjadi 1,57 MMT.
Harga kopi arabika untuk kontrak paling besar yaitu Maret 2019 bursa New York ditutup turun $1.75 atau 1,50 persen pada $114,90 per lb. Demikian juga dengan harga kopi robusta kontrak bulan Januari turun $7 atau 0,43 persen pada $ 1.625 per ton.
Untuk perdagangan selanjutnya hingga sesi Amerika malam nanti, analis Vibiz Research Center memperkirakan harga kopi arabika bisa turun kembali oleh proyeksi pelemahan mata uang Brasil.
Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Group Editor: Asido Situmorang


