(Vibiznews – Commodity) – Melihat pergerakan harga minyak mentah di pasar komoditas internasional hari Senin (3/12) sesi Asia, melonjak lebih tinggi setelah Amerika Serikat dan China menyetujui gencatan senjata 90 hari dalam konflik perdagangan mereka dan menjelang pertemuan klub produsen OPEC pekan ini yang diperkirakan akan menghasilkan pemotongan pasokan.
Terpantau di pasar komoditas sesi Asia, harga minyak mentah berjangka jenis Brent yang merupakan harga patokan minyak dunia berada di posisi $ 61,43 per barel yang merupakan tertinggi dalam 7 hari. Sementara itu harga minyak mentah berjangka AS atau WTI berada di posisi $ 53,81 atau naik 6 persen lebih.
China dan Amerika Serikat telah sepakat selama pertemuan Kelompok G-20 di Argentina selama akhir pekan untuk tidak memberlakukan tarif perdagangan tambahan selama setidaknya 90 hari sementara pasangan ini mengadakan pembicaraan untuk menyelesaikan perselisihan yang ada.
Selama ini perang perdagangan antara dua ekonomi terbesar dunia telah sangat membebani perdagangan global sehingga memicu kekhawatiran perlambatan ekonomi. Minyak mentah memang belum termasuk dalam daftar ratusan produk yang dikenakan tarif impor, tetapi sentimen positif dari gencatan senjata itu juga mendorong pasar minyak mentah.
Selain itu pasar juga mengawasi pertemuan OPEC pada 6 Desember, dimana dalam pertemuan tersebut kelompok produsen, serta anggota non-OPEC Rusia diperkirakan akan mengumumkan pemotongan pasokan yang ditujukan pada mengekang dalam produksi yang telah menurunkan harga minyak mentah sejak Oktober.
Untuk perdagangan selanjutnya, analis Vibiz Research Center memperkirakan harga minyak mentah akan terus di posisi yang tinggi yang didukung oleh proyeksi melemahnya posisi dolar AS terhadap mata uang utama lainnya.
Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Group Editor: Jul Allens



