(Vibiznews – Forex) – Mengakhiri perdagangan minyak mentah berjangka hari Selasa (18/12) yang berakhir Rabu pagi (19/12) jatuh sekitar 7 persen ke level terendah lebih dari 15 bulan karena Amerika Serikat dan Rusia terus memompa produksi mereka pada tingkat rekor dan adanya tanda-tanda permintaan dunia yang goyah.
Harga minyak mentah West Texas Intermediate AS mengakhiri sesi turun $3,64, atau 7,3 persen ke posisi $46,24 yang merupakan penutupan kontrak pada level terendah sejak 30 Agustus 2017. Demikian juga harga minyak mentah Brent, patokan internasional untuk harga minyak turun $3,35, atau 5,6 persen ke posisi $56,26, yang merupakan posisi penutupan terendah 14 bulan.
Melihat pergerakan sebelumnya, harga minyak WTI telah anjlok 40 persen nilainya sejak mencapai sekitar empat tahun tinggi pada perdagangan awal Oktober. Sedangkan minyak Brent telah jatuh sebanyak 35 persen sejak tertinggi Oktober dan turun sekitar 16 persen pada 2018.
Harga minyak mentah AS berjangka turun tajam lebih rendah pada awal pekan setelah perusahaan data energi Genscape melaporkan bahwa stok minyak mentah di pusat penyimpanan yang diawasi ketat di Cushing, Oklahoma naik lebih dari 1 juta barel.
Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Group Editor: Jul Allens


