(Vibiznews – Commodity) – Kondisi perdagangan cocoa dunia yang dijual di pasar komoditas internasional Kamis (20/12) yang berakhir Jumat pagi (21/12) harganya turun dari posisi tertinggi 1-1/4 bulan yang memangkas keuntungan perdagangan sebelumnya prospek pasokan kakao global yang melimpah.
Aksi profit taking pasar mencermati laporan Pantai Gading pada hari Senin lalu menunjukkan bahwa petani mengirim 820,913 MT kakao ke pelabuhan dari 1 Oktober – 16 Des, naik 23,4% dari waktu yang sama terakhir tahun. Selain itu juga Dewan Kakao Ghana melaporkan pembelian dari petani kakao Ghana, produsen cokelat terbesar kedua di dunia mencapai 322.945 MT selama delapan minggu pertama panen dari 5 Oktober – 29 November, naik 41,7% y/y .
Harga Kakao pada perdagangan sebelumnya naik ke level tertinggi 1-1/4 bulan karena laporan Radiant Solutions memperkirakan curah hujan yang lebih rendah dari normal minggu ini di Afrika Barat hanya karena angin Harmattan musiman bertambah, yang dapat memotong pohon kakao dan memotong hasil panen. Selain itu, persediaan kakao yang dipantau ICE terus menurun selama 7 bulan terakhir dan jatuh ke terendah baru 1-3/4 tahun dari 3,337 juta kantong.
Harga kakao berjangka untuk kontrak paling ramai yaitu bulan Maret di ICE New York turun 46 atau 1,99 persen pada posisi $2.271 per ton. Untuk harga kakao di bursa London turun 24 atau 1,40 persen pada posisi 1,685 pound per ton.
Untuk perdagangan selanjutnya harga kakao berjangka yang diperdagangkan di bursa New York malam nanti diperkirakan turun kembali oleh sentimen pasokan cocoa di Pantai Gading.
Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Group Editor: Asido Situmorang



