(Vibiznews – Commodity) – Harga kakao berjangka yang diperdagangkan di bursa ICE New York dan berakhir pada hari Kamis (04/04) terus menanjak hingga ke posisi tertinggi 2-1/2 bulan baru. Demikian juga untuk harga kakao di bursa ICE London rally ke posisi tertinggi 3 bulan.
Kenaikan harga kakao di bursa ICE New York masih berlanjut oleh sentimen musim hujan yang terlambat membuat investor membeli kakao berjangka terus. Namun secara fundamental umumnya tetap bearish pada kecukupan pasokan kakao.
Dari sisi pasokan, Pantai Gading melaporkan hari ini bahwa petani Pantai Gading mengirim 1,656 MMT kakao ke pelabuhan selama 1 Oktober-31 Maret, naik 12,3% dari waktu yang sama tahun lalu. Juga, Dewan Kakao Ghana melaporkan Rabu lalu bahwa pembelian kakao dari petani Ghana (produsen kakao terbesar kedua di dunia) selama 22 minggu pertama panen (5 Oktober hingga 7 Maret) naik 5,6% y/y menjadi 678.151 MT.
Selain itu pasokan kakao saat ini berlimpah karena stok kakao yang disimpan di gudang yang dipantau ICE naik ke tertinggi 6-1/2 bulan dari 4,327 juta kantong pada laproan hari Senin.
Harga kakao berjangka untuk kontrak paling ramai yaitu bulan Maret di ICE New York ditutup naik 20 poin atau 0,85 persen pada posisi $2376 per ton. Untuk harga kakao berjangka kontrak bulan Maret bursa London ditutup naik 10 poin atau 0,56% berada pada posisi 1780 pound per ton.
Untuk perdagangan selanjutnya hingga sesi Amerika malam nanti, analis Vibiz Research Center memperkirakan secara teknikal harga kakao di ICE New York berpotensi naik terus kecuali pada harga kakao di London yang terancam turun oleh kuatnya kurs poundsterling sebagai denominasi ICE London.
Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Editor: Asido Situmorang



