(Vibiznews – Index) – Bursa saham Asia awal pekan hari Senin (17/06) masih ditutup beragam karena investor fokus menantikan kebijakan Fed dan BOJ pekan ini. Pembuat kebijakan moneter kedua bank sentral akan memberikan petunjuk untuk arah kebijakan selanjutnya. Selain itu ketegangan di politik di Timur Tengah dan Hong Kong juga menahan keuntungan saham.
Bursa saham China berakhir dengan cetak keuntungan karena investor menunggu audiensi publik Perwakilan Dagang AS tentang rencana administrasi Trump untuk mengenakan tarif baru pada barang-barang buatan China mulai Rabu. Indeks Shanghai Composite naik 0,2 persen menjadi 2.887,62. Indeks Hang Seng Hong Kong naik 0,4 persen menjadi berakhir pada 27.227,16 setelah pemimpin wilayah itu Carrie Lam mundur pasca demo yang menolak kebijakan ekstradisi ke Cina.
Saham di bursa Jepang berakhir sedikit lebih tinggi jelang pertemuan penting bank sentral minggu ini. Indeks Nikkei naik tipis 7,11 poin menjadi 21.124 dengan saham Heavy Retail Fast menguat 1,3 persen dan SoftBank Group bertambah 1,9 persen.
Bursa Saham Seoul berakhir lebih rendah untuk sesi keempat berturut-turut karena investor menunggu isyarat dari pertemuan Fed dan KTT G20. Indeks Kospi turun 4,68 poin atau 0,22 persen menjadi 2.090,73. dengan pembuat baja dan saham maskapai menanggung beban penjualan. Saham Posco turun 1,7 persen, Korean Airlines kehilangan 2,8 persen dan Asiana Airlines merosot 2,3 persen.
Di kawasan pasifik, bursa saham Australia bergerak lebih rendah karena saham penambang anjlok oleh aksi profit taking setelah kenaikan kuat pekan lalu. Indeks ASX 200 turun 23,10 poin atau 0,35 persen menjadi 6.530,90. Saham raksasa pertambangan BHP turun dari tertinggi selama 8 tahun menjadi ditutup lebih rendah 0,35 persen sementara Rio Tinto turun 1,4 persen dan Fortescue Metals Group anjlok 3,8 persen.
Saham Selandia Baru turun dengan indeks NZX 50 berakhir turun 65,11 poin atau 0,64 persen pada 10.170,26, terseret ke bawah oleh anjloknya saham utilitas. Saham Meridian Energy turun 1,7 persen dan Contact Energy merosot 0,9 persen di tengah aksi ambil untung setelah kenaikan tajam baru-baru ini.
Indeks Straits Times di bursa saham Singapura turun 0,3 persen setelah sebuah laporan menunjukkan ekspor domestik non-minyak negara itu menurun untuk bulan ketiga berturut-turut di bulan Mei karena pengiriman elektronik dan non-elektronik yang lemah.
Untuk perdagangan saham di bursa efek Jakarta menunjukkan penurunan indeks dengan IHSG turun 0,96 persen ke posisi 6190,52. Pelemahan indeks ditekan oleh anjloknya saham -saham unggulan seperti sektor manufaktur dan industri dasar.
Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Editor: Asido Situmorang



