(Vibiznews-Commodity) – Harga minyak mentah kembali anjlok parah untuk kelima sesi berturut ke posisi terendah sepekan lebih pada akhir perdagangan sesi Amerika hari Kamis (18/07) setelah awal sesi sempat rebound kuat. Sentimen negatif pasar datang dari merespon laporan pasokan minyak mentah AS oleh laporan EIA.
Harga minyak mentah Brent berjangka yang juga acuan internasional turun 1,5 persen pada $63,61, perdagangan sebelumnya harga minyak berjangka ini anjlok 3,2% dan sempat jatuh ke level terendah sejak 5 Juli.
Demikian juga harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate turun 1,6 persen menjadi $56,78, perdagangan sebelumnya harga minyak berjangka ini anjlok 3,3% dan sempat jatuh ke level terendah sejak 9 Juli.
EIA AS melaporkan terjadi penurunan lebih besar dari yang diperkirakan dalam stok minyak mentah pekan lalu, namun terjadi peningkatan besar dalam persediaan produk olahan. Persediaan minyak mentah AS turun 3,1 juta barel, lebih dari perkiraan untuk penurunan 2,7 juta barel.
Namun pasokan bensin naik 3,6 juta barel, dibandingkan dengan ekspektasi untuk penurunan 925.000 barel. Stok distilasi tumbuh 5,7 juta barel, jauh lebih besar dari ekspektasi untuk kenaikan 613.000 barel.
Beberapa data EIA dipengaruhi oleh badai Storm Barry, yang datang ke daratan pada hari Sabtu di Louisiana tengah sebagai badai Kategori 1. Lebih dari setengah produksi minyak mentah harian di Teluk Meksiko tersebut tetap offline pada hari Selasa, karena sebagian besar perusahaan minyak kembali melanjutkan produksi.
Perdagangan awal sesi sempat menguat oleh berita meningkatnya harapan untuk mengembalikan minyak mentah Iran ke pasar minyak global setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan kemajuan telah dibuat dengan Teheran. Namun, Iran kemudian membantah pihaknya bersedia untuk bernegosiasi atas program rudal balistiknya,
Untuk perdagangan selanjutnya, analyst Vibiz Research Center memperkirakan harga minyak WTI akan mendaki ke posisi support 55.65 – 54.30. Namun jika bergerak kuat akan mendaki ke posisi resisten 57.65 – 59.11.
Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Editor: Asido Situmorang



