(Vibiznews-Commodity) – Harga emas perdagangan sesi Asia hari Selasa (31/12) terus menjulang tinggi hingga menembus posisi resisten lemah hariannya oleh karena anjloknya dolar AS dan perdagangan saham di Wall Street yang meningkatkan permintaan aset safe haven.
Permasalahan geopolitik di Timur Tengah dan juga Korea Utara turut berkontribusi rally harga emas. Iran secara terbuka telah memperingatkan pemerintah Trump untuk tetap siap menanggung akibatnya setelah AS menyerang Irak dan Suriah selama akhir pekan. China juga melaporkan ketidaksetujuannya dengan serangan AS tersebut. Selanjutnya, Korea Utara diberitakan mempersiapkan sesuatu yang tidak diketahui dunia terkait persenjataannya.
Secara teknikal menurut analyst Vibiz Research Center, harga emas yang dibuka pada awal sesi di 1514.32 kini berada pada posisi 1521.71. Harga emas sudah menembus kisaran R3 dan berusaha mendaki garis atas BB11 di 1528.31. Namun jika terjadi koreksi akan turun kembali ke posisi pembukaan, dan jika tembus lanjut ke S1.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 1522.32 | 1519.18 | 1516.95 | 1513.81 | 1511.58 | 1508.44 | 1506.21 |
| Buy Avg | 1522.60 | Sell Avg | 1512.25 |
Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting



