Permintaan Bensin di Amerika Merosot, Harga Minyak Semakin Murah

612
harga minyak

(Vibiznews – Commodity) – Harga minyak turun lebih dari 1% pada perdagangan akhir pekan yang berakhir Selasa (14/01/2020) karena ketegangan di Timur Tengah mereda dan investor mengalihkan fokus mereka ke permintaan musiman yang lesu menyusul laporan meningkatnya pasokan minyak AS.

Harga minyak mentah Brent yang merupakan acuan harga minyak internasional turun 78 sen atau 1,2% menjadi  $ 64,20 per barel, demikian juga dengan harga minyak mentah West Texas Intermediate turun 1,6% atau 96 sen menjadi  $ 58,08 yang merupakan  penutupan terendah sejak 3 Desember.

Beberapa media melaporkan margin pengilangan yang tipis AS untuk produk minyak bumi telah melemahkan harga minyak mentah, terutama karena permintaan musim dingin untuk minyak pemanas telah mengecewakan pemasok dan margin bensin telah melemah. Karenanya sulit bagi minyak mentah untuk naik lebih tinggi jika kilang terus kehilangan uang atau paling baik mencapai titik impas pada bensin.

Stok bensin AS naik paling banyak dalam satu minggu dalam empat tahun, melonjak 9,1 juta barel dalam seminggu hingga 3 Januari menurut laporan EIA pekan lalu. Dan total persediaan bensin untuk motor sekitar 5% di atas rata-rata lima tahun untuk tahun ini. Stok sulingan, termasuk diesel dan minyak pemanas, naik 5,3 juta barel  dibandingkan dengan ekspektasi kenaikan 3,9 juta barel.

Pada hari Senin, ukuran margin keuntungan untuk pengilangan minyak mentah menjadi diesel atau minyak pemanas turun menjadi $ 21,56, yang terlemah dalam hampir lima bulan. Permintaan yang kurang bersemangat untuk produk tersebut telah menekan harga minyak mentah.

Harga minyak sebelumnya sempat naik oleh optimisme kesepakatan dagang fase satu As-China. Kesepakatan perdagangan tersebut  akan ditandatangani di Washington pada hari Rabu. Pemerintahan Trump telah mengundang sedikitnya 200 orang ke upacara penandatanganan, tetapi kedua negara belum menyelesaikan rincian dari apa yang akan ditandatangani.

Untuk pergerakan selanjutnya, harga minyak Brent dan juga minyak WTI diperkirakan rebound oleh sentimen kesepakatan fase satu. Sehingga untuk minyak WTI dapat bergerak ke kisaran resisten di 58.70 – 60.11, namun jika lanjut merah akan turun ke kisaran support di 57.53 – 56.35.

Jul Allens, Senior Analyst, Vibiz Research Center, Vibiz Consulting

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here