(Vibiznews – Commodity) – Harga batubara yang diperdagangkan di bursa internasional selama 4 hari berturut turun terus setelah pekan lalu bergerak kuat, hingga akhir perdagangan dini hari tadi Kamis (20/02/2020) turun ke posisi terendah 2 pekan di tengah pudarnya kekhawatiran pasar akan epidemi virus Corona di China.
Kuatnya sentimen negatif pasar didapat dari pengumuman penghentian impor batubara termal India yang disampaikan oleh Menteri batu bara dan pertambangan India Pralhad Joshi dalam suatu acara wokshop nasional. Impor tersebut akan mulai dihentikan pada akhir tahun 2024.
Pasar jual banyak kontrak yang diperdagangkan merespon berita tersebut karena India adalah konsumen terbesar batubara dunia setelah negara China. Pemerintah India berencana untuk meningkatkan volume energi terbarukan dalam kebijakan bauran energi di negaranya.
Harga batubara NewCastle untuk kontrak berjangka yang ramai diperdagangkan yaitu kontrak bulan April 2020 yang berakhir pagi tadi Kamis (18/02/2020) berada di posisi 67,15 dollar per ton. Harga komoditas tersebut mengalami penurunan sebesar 0,75 dollar atau 1,10% dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya.
Sementara itu untuk harga batubara di bursa Shanghai pagi ini kembali menunjukkan pergerakan yang negatif melanjutkan perdagangan sebelumnya, kini terpantau harga batubara Shanghai kontrak paling ramai diperdagangkan sedang turun 40 yuan menjadi 13195 yuan.
Analyst Vibiz Research Center melihat harga batu batubara secara teknikal saat ini berpotensi bearish. Berpotensi akan turun terus ke posisi $65 per ton jika menembus kisara harga $66 per ton.
Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting



