(Vibiznews – Forex) – Pair USDJPY awal pekan berakhir dengan pelemahan lanjutan perdagangan aset resiko pasca pernyataan pemerintahan Trump bahwa asal virus corona dari laboratorium di Wuhan China dan mempertimbangkan untuk mengenakan tarif dagang pada China.
Pair melemah meskipun dolar AS menguat terhadap beberapa rival utamanya seperti euro, dan poundsterling. Dolar bergerak kuat sebagai safe haven sama dengan yen, namun dolar dibayangi data ekonomi AS yang mengecewakan serta turunnya kembali imbal hasil obligasi AS.
Secara teknikal menurut analyst Vibiz Research Center pair USDJPY masih bergerak bearish dan cenderung flat, sehingga awal sesi jika bergerak negatif akan turun menuju posisi 106.50 dan jika tembus lanjut ke posisi S2 hingga S3. Namun jika pergerakan rebound terhenti akan mendaki ke posisi 106.85 dan jika tembus naik ke posisi R1 hingga R3.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 107.40 | 107.23 | 106.96 | 106.80 | 106.52 | 106.35 | 106.10 |
| Buy Avg | 106.85 | Sell Avg | 106.50 |
Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting


