(Vibiznews-Forex) – Posisi yen Jepang dalam pair USDJPY masih dalam tekanan di kisaran terendah 4 pekan pada perdagangan forex sesi Eropa hari Senin (1/6/2026) karena ketidakpastian kenaikan suku bunga BoJ.
Harga minyak yang lebih tinggi karena guncangan pasokan energi yang disebabkan oleh krisis Timur Tengah telah meningkatkan ketidakpastian atas prospek ekonomi Jepang.
Mantan Wakil Gubernur BoJ dan anggota Dewan Kebijakan Ekonomi dan Fiskal Jepang saat ini, Masazumi Wakatabe, mengatakan pekan lalu dalam sebuah pertemuan bahwa penting untuk memahami apakah ekonomi dapat menahan kondisi moneter yang lebih ketat.
Namun, Ringkasan Opini (SoP) Bank Sentral Jepang (BoJ) dari pertemuan kebijakan April menunjukkan bahwa mayoritas pembuat kebijakan mendukung kenaikan suku bunga dalam waktu dekat, sambil memperingatkan risiko inflasi yang tinggi.
Secara teknikal pair USDJPY melaju menembus posisi resisten kuat harian dan menurut analyst Vibiz Research Center pair akan stabil di area resistennya.
Pair kini berada di posisi 159,45 dan sedang mendaki ke posisi 159.55 , jika tembus mendaki ke resisten lemahnya di posisi R3.
Namun jika pair tidak menembus 159.50, berpotensi berbalik turun menuju posisi 159,28, jika tembus meluncur ke support kuatnya di S1.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 159.75 | 159.55 | 159.38 | 159.23 | 159.10 | 158.95 | 158.83 |


