(Vibiznews-Index) – Mengawali perdagangan saham pekan ini usai libur hari buruh, terjadi aksi profit taking lanjutan yang signifikan pada saham-saham teknologi di bursa Amerika.Karenanya indeks Nasdaq akhir sesi (9/9/2020) kembali terkoreksi dari rekor tertingginya.
Semua sektor ditutup pada zona merah dengan indeks Dow Jones jatuh 632,42 poin atau 2,3 persen menjadi 27.500,89, indeks Nasdaq jatuh 465,44 poin atau 4,1 persen menjadi 10.847,69 dan indeks S&P 500 merosot 95,12 poin atau 2,8 persen menjadi 3.331,84.
Pelemahan di Wall Street terjadi karena investor memanfaatkan posisi rekor tertinggi baru-baru ini di pasar, dengan Nasdaq dan S&P 500 mundur lebih jauh dari rekor tertinggi.
Anjloknya saham teknologi menekan perdagangan saham hari itu, seperti saham Facebook anjlok 4,19%, saham Amazon turun 4,46%, saham Microsoft turun 5,41% dan saham Apple turun 6,75%.
Pelemahan substansial juga terlihat pada saham energi yang bergerak melemah tajam seiring dengan anjloknya harga minyak mentah. Karenanya Philadelphia Oil Service Index anjlok 5,8 persen, sedangkan NYSE Arca Natural Gas Index dan NYSE Arca Oil Index masing-masing turun 4,2 persen dan 4,1 persen.
Demikian juga pergerakan saham semikonduktor, perangkat lunak dan keuangan juga alami pelemahan yang cukup besar, bergerak lebih rendah bersama dengan sebagian besar sekotr utama lainnya.
Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting



