(Vibiznews – Indeks) – Rally saham di bursa Hong Kong terhenti pada perdagangan hari Rabu (11/11/2020) oleh aksi profit taking pasar setelah mencapai posisi tertinggi 4 bulan pada sesi sebelumnya. Indeks Hang Seng retreat oleh tekanan jual yang cukup besar pada saham-saham teknologi merespon regulasi ketat pemerintah China terbaru.
Pada hari Selasa, Administrasi Negara untuk Peraturan Pasar China mengeluarkan draft pedoman yang bertujuan untuk mencegah perilaku monopoli pada platform internet dan memastikan persaingan yang adil. Regulasi ini terbit dalam rangka meningkatkan pengawasan terhadap perusahaan seperti Alibaba. Saham-saham teknologi yang alami profit taking seperti saham Alibaba merosot mendekati 9%, saham Tencent turun 5,7%, saham Xiaomi 6,3% dan saham Meituan 7,7%.
Indeks Hang Seng ditutup turun 74.50 poin atau 0,28% menjadi 26.226,99. Demikian untuk indeks saham Cina Enterprise (HSCE) dengan 60 saham unggulan ditutup turun 45,55 poin atau 0,43% menjadi 10.541,34. Untuk indeks Hang Seng berjangka bulan Oktober sedang bergerak negatif dengan turun 105 poin atau 0,40% ke posisi 26256.
Secara sektoral bergerak mixed dengan sektor yang masuk zona merah dipimpin oleh saham sektor teknologi dan healthcare yang anjlok 7,97% dan 3,15% masing-masing. Untuk sektor yang menguat dipimpin oleh sektor energy dan properti dengan lonjakan 4,06% dan 2,95% masing-masing.
Jul Allens / Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting



