(Vibiznews – Commodity) – Perdagagan karet di bursa komoditas internasional hari Senin (26/4/2021) alami penurunan harga setelah sempat awal sesi bergerak cukup tinggi. Harga karet Tocom terkoreksi moderat, sedangkan karet Sicom dan SHFE cukup banyak terpangkas dari perdagangan akhir pekan lalu yang berada di posisi tertinggi 2 pekan.
Tekanan jual pada perdagangan karet hari ini dipicu oleh anjloknya harga minyak mentah karena lonjakan kasus COVID-19 di Asia yang memicu kekhawatiran bahwa pemulihan permintaan bahan bakar mungkin terhenti. Negara konsumen minyak terbesar seperti India dan Jepang melaporkan lonjakan kasus, India laporkan pertambahan 325 ribu kasus harian.
Pekan lalu harga karet terangkat oleh laporan Asosiasi Negara Produsen Karet Alam (ANRPC) bahwa konsumsi karet alam global pada periode bulan Maret kemungkinan akan meningkat 7,4% secara tahunan menjadi 1,23 juta tn. Selain itu juga pergerakan kuat harga minyak mentah menambah sentimen positif.
Menurut statistik Bea Cukai China, impor karet alam dan sintetis China pada Maret 2021 mencapai 711 ribu ton senilai 1,25 miliar USD, naik 17,9% dalam volume dan 40% dalam volume.% Nilainya dibandingkan Maret 2020. Dalam tiga bulan pertama tahun 2021, China mengimpor 1,79 juta ton karet senilai $ 3,05 miliar, naik 8% dalam volume dan 22,8% nilainya dibandingkan periode yang sama pada tahun 2020.

Harga penutupan karet Tocom di bursa Osaka untuk kontrak paling ramai yaitu kontrak bulan Agustus 2021 pada penutupan sore hari ini turun 0,08 yen atau 0,2% ke posisi 236.9 yen per kg, setelah dibuka pada posisi 234.2 yen.
Untuk harga karet di bursa Shanghai (SHFE) untuk kontrak bulan September 2021 ditutup menurun 225 poin atau 2,02% ke posisi 13810 yuan. Untuk harga karet di bursa Singapura – Sicom, kontrak yang sedang ramai diperdagangkan yaitu kontrak bulan Juni 2021 turun US$0,9 atau 0,54% dari harga sesi sebelumnya ke posisi 166,4.
Jul Allens / Senior Analyst Vibiz Research Center



