Harga Minyak Sawit Turun, Karena Turunnya Ekspor di Bulan Mei

482

(Vibiznews – Commodity) – Harga minyak sawit pada penutupan pasar hari Selasa kembali turun untuk hari yang ke dua karena lockdown selama 2 minggu di Malaysia membuat konsumsi minyak nabati turun di pasar domestik Malaysia dan juga turunnya ekspor di bulan Mei. Namun dengan turunnya produksi membuat penurunan harga terhenti.

Harga minyak sawit Agustus pada penutupan pasar hari Selasa di Bursa Malaysia Derivatives Exchange turun 30 ringgit atau 0.77% menjadi 3,889 ringgit ($942.79) per ton.

Harga minyak sawit pada bulan lalu naik 1.3%.

Pada hari Selasa di Malaysia dimulai lockdown dua minggu untuk mencegah penyebaran virus covid-19. Pabrik dan jasa penting termasuk ketersediaan pasokan minyak sawit masih bisa berjalan, namun lockdown ini sangat mempengaruhi perekonomian.

Perkebunan minyak sawit masih diijinkan untuk dibuka sementara pabrik-pabrik diijinkan berjalan dengan kapasitas yang lebih kecil.

Ekspor minyak sawit Malaysia dari 1-31 Mei 2021 turun 1.2% dari bulan lalu menjadi 1,395, 791 metrik ton, menurut cargo surveyor SGS (Malaysia) Bhd. Pada hari Selasa.

Ekspor minyak sawit Malaysia naik 1.5% dari bulan April menurut cargo surveyor Intertek Testing Services pada hari Senin.

Ekspor turun dari kenaikan pada pertengahan pertama Mei, dan perkiraan produksi menentukan jumlah persediaan akhir pada bulan Mei.

Pasar menantikan Laporan Bulanan Persediaan dan Permintaan dari MPOB untuk bulan Mei yang diumumkan tanggal 10 Juni nanti.

The Southern Peninsula Palm Oil Millers Association memperkirakan produksi Mei akan turun 3.7% dari bulan sebelumya.

Pada hari Senin Indonesia mengumumkan kenaikan harga referensi untuk pajak ekspor di bulan Juni menjadi $1,223.90 per ton.

Berarti pajak ekspor untuk minyak sawit di bulan Juni naik $183 per ton,sementara biaya restribusi tidak berubah $255 per ton.

Ekspor minyak sawit Malaysia naik 1.6% dari bulan April menjadi 1.42 juta ton turun dari kenaikan 37% pada tanggal 1-10 Mei menurut data Amspec Agri.

Harga sawit didorong naik karena hasil yang berkurang karena cuaca buruk dan kekurangan pekerja di bulan Mei dibandingkan bulan April.

Harga minyak kedelai di Bursa Dalian naik 1% sementara harga minyak sawit naik 0.1% sementara di Chicago Board of Trade harga minyak kedelai naik 0.4%.

Analisa tehnikal untuk minyak sawit dengan support pertama di 3,870 ringgit kemudian berikut ke 3,780 ringgit sedangkan resistant pertama di 4,010 ringgit dan berikut ke 4,080 ringgit.

Loni T / Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting

Editor : Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here