(Vibiznews -Commodity) – Harga minyak sawit turun menghentikan kenaikan harga lima hari berturut-turut, pada awal pasar harga masih naik karena India memesan CPO dari Malaysia dan minyak sawit dari Indonesia sejak hari Kamis, tetapi perkiraan bahwa persediaan akan meningkat membuat harga turun pada penutupan pasar.
Harga minyak sawit September pada hari Selasa di Bursa Malaysia Derivatives Exchange turun 30 ringgit atau 0.77% menjadi 3,850 ringgit ($926.82 ) per ton.
Harga minyak sawit pada pertengahan pasar naik 2.5% dan sempat mencapai harga tertinggi 4 minggu.
India membeli 170,000 ton Crude Palm Oil dari Malaysia dan juga minyak sawit dari Indonesia sejak hari Kamis. India kembali membeli minyak sawit setelah satu tahun karena New Delhi setelah India menghapuskan larangan impor dan menurunkan pajak impor pada minggu lalu.
Cultera memperingatkan harga minyak sawit sudah terlalu tinggi pada bulan Mei, sehingga Indonesia langsung menaikkan persediaan sehingga membuat perbedaan harga minyak sawit di Indonesia lebih murah dari Malaysia, harga CPO Indonesia selisihnya sebesar $8.5 dan selisih harga minyak sawit $10 terhadap minyak sawit Malaysia.
The Malaysian Palm Oil Association memperkirakan produksi minyak sawit di bulan Juni naik 1.6% dari bulan sebelumnya menjadi 1.59 juta ton, sementara survey Reuter pada hari Senin mengatakan bahwa produksi Juni diperkirakan 1.68 juta ton.
Harga minyak kedelai di Bursa Dalian naik 0.7% dan harga minyak sawit naik 1.8%, Bursa Chicago Board of Trade ditutup pada hari Senin, libur hari Kemerdekaan AS.
Analisa tehnikal minyak sawit dengan support pertama di 3,700 ringgit dan 3,680 ringgit sedangkan resistant pertama di 3,880 ringgit dan berikut ke 3,930 ringgit.
Loni T / Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting
Editor : Asido



