Harga Emas Bergerak Naik Merespon Penurunan Imbal Hasil Treasury AS

780

(Vibiznews – Commodity) Harga emas naik pada hari Rabu (14/07) setelah angka inflasi AS yang kuat mengangkat daya tarik logam sebagai lindung nilai inflasi, meskipun kenaikan tetap terkendali menjelang kesaksian Ketua Federal Reserve Jerome Powell. Turunnya imbal hasil Treasury AS juga mendukung kenaikan harga emas.

Harga emas spot naik 0,46% pada $1,815,49 per ons.

Harga emas berjangka AS naik 0,35% menjadi $1.816,30 per ons.

Lindung nilai inflasi emas telah meningkat mengikuti data inflasi AS yang meningkat, tetapi emas hanya sedikit naik karena pelaku pasar menunggu pidato ketua The Fed.

Kenaikan terbesar dalam harga konsumen AS dalam 13 tahun telah mengintensifkan fokus investor pada pesan dari The Fed.

Ada perkiraan bahwa The Fed akan memperketat kebijakan moneter antara Desember 2022 dan awal kuartal pertama 2023 setelah data inflasi AS yang lebih kuat dari perkiraan.

Beberapa investor melihat emas sebagai lindung nilai terhadap inflasi yang lebih tinggi, tetapi kenaikan suku bunga Fed akan menumpulkan daya tarik emas karena meningkatkan biaya peluang memegang logam yang tidak memberikan imbal hasil.

Sementara itu, sedikit penurunan dalam dolar dan imbal hasil Treasury 10-tahun AS mendukung harga emas.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan harga emas berpotensi naik dengan daya tarik emas sebagai indung nilai inflasi dan turunnya imbal hasil Treasury AS. Namun jika dolar AS bergerak naik, akan dapat menekan harga emas. Harga emas diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance $1,824-$1,833. Namun jika turun, akan bergerak dalam kisaran Support $1,810-$1,805.

Asido Situmorang, Senior Analyst, Vibiz Research Center, Vibiz Consulting

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here