(Vibiznews – Commodity) – Harga minyak sawit pada penutupan pasar hari Rabu mencapai harga tertinggi 5 minggu karena kekhawatiran produksi sawit berkurang karena kekurangan pekerja.
Harga minyak sawit September pada hari Rabu di Bursa Malaysia Derivatives Exchange naik 44 ringgit atau 1.11% menjadi 4,021 ringgit ($957.85) per ton setelah turun 1.3% selama sesi sebelumnya. Harga minyak sawit naik hari kedua dan ditutup naik ke harga tertinggi sejak 8 Juni.
Harga minyak sawit naik karena produksi minyak sawit mengalami kesulitan mendapatkan pekerja, karena lockdown virus corona membuat terbatasnya pekerja, kekurangan pekerja di perkebunan sawit di saat musim panen membuat hasil panen yang dapat diambil berkurang , akibatnya diperkirakan produksi dari minyak sawit Juli turun.
Para trader menantikan data ekspor dari 1 – 15 Juli dari cargo surveyor pada hari Kamis, diperkirakan ada kenaikan 3 % dari bulan lalu.
Ekspor minyak sawit Indonesia naik 21.6% dari tahun lalu pada bulan yang sama di bulan Mei karena permintaan yang meningkat dari Pakistan dan beberapa negara Afrika dan negara Timur Tengah menurut the Indonesian Palm Oil Association.
Kurs ringgit melemah karena lockdown yang terjadi di Malaysia membuat penurunan GDP Malaysia di 2021, gangguan politik di Malaysia dan menguatnya dolar AS.
Harga minyak sawit di bursa Dalian naik 1.4% sementara harga minyak sawit naik 1.4%. Harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade turun 0.3%.
Analisa tehnikal untuk minyak sawit dengan support pertama di 3,090 ringgit dan berikut ke 3,810 ringgit sedangkan resistant pertama di 4,100 ringgit dan berikut ke 4,200 ringgit.
Loni T / Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting
Editor : Asido



