(Vibiznews – IDX Stocks) – Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II 2021 berhasil melesat 7,07% YoY dan 3,31% QoQ meski dilanda gelombang besar kedua virus corona.
Pertumbuhan ini dipengaruhi oleh pertumbuhan ekspor yang meningkat sebesar 10,36% dari kuartal I 2021 dan tumbuh 55,89% dari kuartal II 2020. Peningkatan ekspor sendiri didorong oleh pulihnya perdagangan global dan meningkatnya permintaan dari sejumlah negara mitra dagang.
Hal ini juga didukung oleh meningkatnya mobilitas masyarakat di kuartal II 2021 yang tercermin dari peningkatan mobilitas masyarakat ke tempat berbelanja hingga ke luar kota menggunakan berbagai moda transportasi.
Pertumbuhan ekonomi kuartal II 2021 menjadi penanda akhir resesi yang telah melanda Indonesia sejak kuartal II 2020. Namun, pertumbuhan ekonomi pada kuartal berikutnya bergantung kepada kebijakan pemerintah dalam restriksi aktivitas sosial.
Hal ini terlihat juga dari indeks manufaktur PMI Indonesia yang mengalami kontraksi pertama kali dalam sembilan bulan di bulan Juli 2021, ketika penerapan PPKM Darurat / Level 4 berlaku. PMI Indonesia pada Juli 2021 turun menjadi 40,1, dari 53,5 pada bulan sebelumnya.
Selama April sampai dengan Juni 2021 (Q2 2021), perusahaan industri semen mengalami peningkatan performa apabila dibandingkan dengan Q2 2020. Berikut adalah rinciannya:
SMGR : Laba Bersih Semen Indonesia mencapai Rp.794,12 miliar pada semester II/2021, melonjak 29,66% dibandingkan laba bersih pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp.612,46 miliar.
Adapun permintaan semen secara nasional meningkat 7,3% yang berasal dari naiknya permintaan semen sak yang tumbuh 10% sementara permintaan semen bulk (curah) masih menunjukkan penurunan tipis.
Hampir seluruh wilayah di Indonesia mencatatkan pertumbuhan permintaan yang positif kecuali Bali dan Nusa Tenggara. Pertumbuhan permintaan tertinggi terlihat di Sulawesi yang sebagian besar dari permintaan semen sak.
Manajemen SMGR menyebut kenaikan volume penjualan di dukung oleh volume penjualan di pasar domestik yang positif dan meningkatnya penjualan ke pasar eskpor.
Perusahaan semen asal Jepang, Taiheiyo Cement Corporation (TCC), resmi mengakuisisi 15.04% saham anak BUMN PT Semen Indonesia (Persero)Tbk (SMGR yaitu PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB)
Akuisisi saham oleh TCC di SMCB ini menghabiskan dana senilai USD 220 juta atau setara dengan Rp.3,1 triliun. Dalam kesepakatan ini, PT Semen Indonesia Industri dan Bangunan (SIIB) mengalihkan 1.356.399.291 saham yang baru diterbitkan SMCB kepada pihak TCC.
Pergerakan harga saham terakhir pada hari Jumat (6/8/201) ditutup di harga Rp.8450 per lembar, naik 0.60% atau 50 poin dibandingkan harga penutupan hari sebelumnya, yaitu di harga Rp.8400 per lembar. Nilai PER saham berada di 31.56 kali dengan nilai kapitalisasi market mencapai Rp.50.12 triliun.
INTP: PT Indocement Tunggal Prakarsa berhasil mencetak kinerja apik sepanjang semester pertama 2021. Emiten ini membukukan laba bersih senilai Rp.586,57 miliar, naik 20,54% dari laba bersih di periode semester pertama 2020 yang hanya Rp.470,03 miliar.
Meskipun saat ini pemerintah tengah memberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), INTP tetap optimis industry semen akan mengalami pertumbuhan yang positif disbanding tahun lalu. Segmen perumahan swasta dinilai tetap menjadi factor penunjang yang dominan di tahun 2021 ini. Karena itu, perusahaan menargetkan pertumbuhan volume penjualan sebanyak 4% pada tahun ini dan optimis akan tercapai dengan terus menjajaki potensi pasar ekspor di samping tetap fokus di pangsa utama yaitu dalam negeri.
Pergerakan harga saham INTP, pada hari Jumat (6/8/2021) ditutup melonjak 2.27% atau 225 poin ke harga Rp.10150 per lembar, dari posisi terakhirnya di Rp.9925 per lembar. Nilai PER saham ini 31.85 dan nilai kapitalisasi pasar mencapai Rp.37.36 triliun.

Selasti Panjaitan/Vibiznews
Editor : Asido Situmorang




