Faktor-faktor Pendukung Penguatan Ekonomi Indonesia Kuartal II-2021

1980

(Vibiznews – Economy & Business) Pertumbuhan ekonomi Indonesia melonjak pada kuartal kedua mencapai 7,07% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, rebound tajam dari kontraksi -0,74%, dan mengalahkan perkiraan konsensus pasar 6,57%.

Pencapaian tinggi pertumbuhan ekonomi Indonesia tentunya diperoleh dengan sinergi dan dukungan berbagai pihak dan adanya faktor-faktor yang mendukung pertumbuhan ekonomi.

Lihat : Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Q2 Melonjak Tinggi, Mencapai 7,07%

Apa saja yang mendukung penguatan ekonomi Indonesia :

DUKUNGAN GLOBAL

Tren Perbaikan Ekonomi Global
Berlanjutnya pemulihan ekonomi global, tentu memberikan dukungan bagi penguatan ekonomi di berbagai negara. Amerika Serikat, yang menjadi acuan untuk ekonomi global, akan memberikan pengaruh besar bagi perkembangan ekonomi global.

Seperti diketahui, realisasi pertumbuhan ekonomi AS pada triwulan II 2021 mencapai 12,2% (yoy) sejalan dengan meningkatnya Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur, relatif tingginya laju inflasi, dan menurunnya initial jobless claim menuju ke level pra-pandemi. Langkah-langkah sejumlah negara maju yang masih mempertahankan stimulus fiskal dan moneter, juga memberikan harapan bagi pemulihan ekonomi global.

Menguatnya ekonomi AS juga memberikan dukungan positif bagi ekonomi Indonesia. Dimana perkembangan ekonomi tersebut turut berdampak pada meningkatnya transaksi perdagangan global dan harga komoditas.

DUKUNGAN DALAM NEGERI

Realisasi Belanja Negara
Belanja negara baik dalam bentuk belanja barang, program bansos, maupun belanja modal memberikan merupakan pada komponen yang mendukung kenaikan PDB. Dengan realisasi belanja negara yang tumbuh relatif tinggi (9,38%, yoy) pada semester I 2021, memberikan dukungan signifikan pada komponen PDB dari sisi pengeluaran. Konsumsi pemerintah triwulan II 2021 tumbuh tinggi 8,06% (yoy).

Peningkatan Konsumsi Masyarakat
Konsumsi masyarakat, yang mencakup sekitar 55% dari total PDB, mampu tumbuh 5,93%. Selain faktor base effect momentum Ramadan dan hari raya Idul Fitri, berbagai kebijakan Pemerintah dalam mendukung daya beli masyarakat melalui program bansos, diskon tarif listrik, insentif PPnBM kendaraan bermotor, insentif PPN untuk perumahan, serta relatif terkendalinya inflasi, telah berperan besar mendorong konsumsi masyarakat.

Peningkatan Investasi
Komponen investasi juga mencatatkan pertumbuhan tinggi (7,54%), terutama ditopang oleh investasi bangunan sejalan dengan realisasi belanja modal Pemerintah yang relatif tinggi pada triwulan II 2021.

Kinerja Mantap Ekspor-Impor
Sejalan dengan momentum menguatnya kinerja ekonomi global dan meningkatnya harga komoditas, maka kinerja ekspor dan impor mengalami lonjakan tajam, masing-masing tumbuh 31,78% dan 31,22%.

Peningkatan Sektor-sektor Produksi
Penguatan pertumbuhan ekonomi pada triwulan II 2021, juga didukung pertumbuhan positif kinerja seluruh sektor produksi.

Sektor industri pengolahan yang memberikan kontribusi sekitar 20% terhadap PDB nasional berperan sebagai mesin pertumbuhan, tumbuh 6,58% (yoy), sejalan dengan tren penguatan PMI Manufaktur Indonesia yang selalu dalam zona ekspansif.

Sektor utama lainnya, yakni sektor perdagangan dan konstruksi, menunjukkan perbaikan yang cukup signifikan masing-masing tumbuh 9,44% dan 4,42%.

Sektor-sektor penunjang aktivitas pariwisata yang terdampak sangat dalam akibat pandemi, juga menunjukkan peningkatan kinerja yang signifikan. Sektor transportasi dan pergudangan mampu tumbuh 25,10%, sementara sektor penyediaan akomodasi dan makan minum tumbuh sebesar 21,58%.

Sejalan dengan menguatnya harga komoditas global, sektor pertambangan juga tumbuh positif sebesar 5,22%.

OPTIMISME PENGUATAN EKONOMI

Sekalipun menghadapi tantangan pandemi Covid-19 dan adanya penyebaran varian Delta Covid-19, pemerintah bekerja sama dengan berbagai pihak dan masyarakat terus berupaya memberikan optimisme bagi ekonomi Indonesia

Alokasi Anggaran
Sekalipun dijalankan PPKM Darurat, Pemerintah meningkatkan alokasi anggaran baik untuk penanganan kesehatan, perlindungan sosial, maupun dukungan pemulihan sektor usaha. Hal ini tentunya memberikan ketenangan dan optimisme dari pelaku usaha dan masyarakat.

Lihat : Optimisme Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Indonesia – Wawancara bersama Vidjongtius, CEO Kalbe Farma

Tambahan Anggaran
Pemerintah menambah anggaran kesehatan untuk memperkuat kapasitas pelayanan kesehatan, percepatan vaksinasi serta pembayaran insentif tenaga kesehatan. Hal ini memberikan dukungan juga bagi pasien dan tenaga kesehatan, sehingga optimisme terus ada.

Langkah Antisipatif
Upaya pemerintah untuk melakukan langkah-langkah antisipatif dengan memperkuat 3T (testing, tracing, treatment), juga meminta masyarakat dapat turut berperan serta dengan mendorong kedisplinan 5M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas), memberikan harapan dan optimisme bagi pelaku usaha dan masyarakat bahwa pandemi ini akan dapat ditangani dengan baik.

Penguatan Perlindungan Sosial
Pemerintah juga melakukan penguatan perlindungan sosial melalui perluasan serta perpanjangan beberapa program bansos. Perpanjangan beberapa program dukungan dan insentif usaha juga dilakukan untuk menjaga tren pemulihan sektor usaha.

Asido Situmorang, Senior Analyst, Vibiz Research Center, Vibiz Consulting

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here