Harga Minyak Sawit Turun Dari Rekor Harga Tertingginya

630
minyak sawit

(Vibiznews – Commodity) – Harga minyak sawit Malaysia turun pada hari Senin setelah pada minggu lalu harga mencapai rekor tertinggi, dan pada pagi hari masih naik mencapai rekor tertinggi baru, namun terjadi profit taking setelah harga dari minyak kedelai turun dan perkiraan bahwa persediaan meningkat pada akhir Januari.

Harga minyak sawit April di Bursa Malaysia Derivatives Exchange turun 1.39% menjadi 5,539 ringgit ($1,324.01) per ton.

Harga minyak sawit sempat naik ke rekor tertinggi baru di 5,749 ringgit per ton pada awal pasar hari Senin, namun harganya turun karena profit taking setelah harga minyak nabati lain turun.

Harga minyak kedelai dan harga minyak sawit di Bursa Dalian sempat naik tinggi pada pembukaan pasar setelah ditutup satu minggu karena Hari Libur Tahun Baru Imlek namun harganya turun sedikit pada penutupan pasar.

Harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade turun 0.06%.

Persediaan minyak sawit pada akhir Januari tetap, karena produksi dan ekspor turun ke jumlah terendah 11 bulan.

Indonesia memberikan ijin ekspor 310,000 ton CPO dan 18,178 ton Olein kepada 6 perusahaan.

Ekspor minyak sawit Malaysia diperkirakan turun 21% menjadi 1.12 juta ton, namun diperkirakan pada pertengahan Februari permintaan akan meningkat untuk persediaan sebelum bulan Puasa.

Kenaikan harga minyak sawit yang tinggi membuat pembeli besar seperti India, Cina, Pakistan. Dan beberapa negara Afrika beralih ke minyak nabati lain, seperti minyak kedelai dan minyak bunga matahari.

Pasar menantikan Laporan Bulanan Persediaan dan Permintaan dari the Malaysian Palm Oil Board (MPOB) pada tanggal 10 Februari.

Perkiraan untuk data MPOB, Produksi minyak sawit antara 1,189,742 ton – 1,334,883 ton, ekspor antara 1,046,779 ton – 1,202,381 ton sehingga persediaan akhir 1,441,123 ton – 1,800,000 ton.

Analisa tehnikal untuk minyak sawit dengan support pertama 5,370 ringgit kemudian 5,040 ringgit, kemudian resistant pertama 5,800 ringgit berikur ke 6,040 ringgit.

Loni T / Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here