(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) penutupan sesi Selasa sore ini (8/2) terpantau terkoreksi dari rekornya 15,415 poin (0,23%) ke level 6.789,522 setelah dibuka naik ke level 6.833,743. IHSG sempat mencetak intraday rekor barunya lalu melandai dan berakhir terkoreksi profit taking, sementara bursa kawasan Asia sore ini umumnya mixed bias menguat di antara investor mencermati data inflasi AS nanti dan prospek kenaikan bunga the Fed.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) sore ini terpantau menguat 0,06% atau 9 poin ke level Rp 14.387, dengan dollar AS di pasar uang Asia merangkak naik setelah melemah terbatas di sesi global sebelumnya; bergerak bangkit sembari investor menantikan rilis data inflasi AS hari ini. Rupiah menguat dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 14.396.
Mengawali perdagangannya, IHSG menguat tembus rekor 28,806 poin (0,42%) ke level 6.833,743. Sedangkan indeks LQ45 naik 6,818 poin (0,71%) ke level 971,424. Siang ini IHSG melemah 9,468 poin (0,14%) ke level 6.795,469. Sementara LQ45 terlihat naik 0,12% atau 1,180 poin ke level 965,786.
IHSG kemudian bergerak agak melandai dan ditutup melemah 15,415 poin (0,23%) ke level 6.789,522. Indeks LQ45 turun 0,27% atau 2,600 poin ke level 962,006.
Hari ini delapan dari sebelas sektor tampak mengalami pelemahan. Sektor yang mencatat penurunan tertinggi adalah sektor health yang merosot 2,23%, diikuti sektor transport yang turun 1,11%.
Tercatat sebanyak 261 saham naik, 268 saham turun dan 152 saham stagnan. Perdagangan saham termasuk moderat dengan frekuensi perdagangan saham tercatat 1.691.404 kali transaksi sebanyak 29,326 miliar lembar saham senilai Rp 14,571 triliun.
Sementara itu, bursa regional sore ini terlihat variatif, di antaranya Nikkei yang menanjak 0,13%, dan Hang Seng yang turun 1,02%.
Sejumlah saham yang masuk jajaran top losers antara lain Berkah Beton (BEBS) -5,86%, Matahari Dept Store (-5,64%), JAPFA (JPFA) -2,48%, dan dan United Tractor (UNTR) -1,88%.
Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini bergerak dari intraday rekornya lalu terkoreksi profit taking, sementara bursa Asia bias menguat di antara investor mencermati data inflasi AS nanti dan prospek kenaikan bunga the Fed. Berikutnya IHSG kemungkinan masih akan diintip profit taking karena sudah di sekitar area overbought, dengan tetap mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 6.805 dan 6.859. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 6.626, dan bila tembus ke level 6.523.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group



