(Vibiznews – Forex) – Harga emas pada perdagangan komoditas sesi Asia awal pekan hari Senin (28/02/2022) sedang melaju ke posisi tertinggi sejak Januari 2021 oleh menguatnya sentimen investor akan aset safe haven meskipun posisi dolar AS sedang bergerak kuat terhadap semua rival utamanya.
Laju harga emas juga bertambah kuat merespon anjloknya posisi yield obligasi AS,dimana imbal hasil treasury AS 10-tahun turun sebanyak 8 basis poin menjadi di bawah 1,9% pada karena permintaan untuk aset safe-haven melonjak setelah invasi Ukraina oleh pasukan Rusia berlanjut dan negara-negara Barat meningkatkan sanksi baru terhadap Rusia pada tahun tanggapan.
Sentimen pasar global kembali tertekan ke safe haven yang mengkhawatirkan berlanjutnya serangan militer Rusian di Ukraina. Pihak Rusia mengajak melakukan diplomasi, dimana kedua delegasi akan bertemu di perbatasan Belarusia untuk pertemuan tanpa syarat, tetapi Ukraina skeptis tentang pertemuan tersebut.
Sebelumnya, negara-negara G7 setuju untuk mengecualikan beberapa bank Rusia dari SWIFT dan menargetkan sanksi baru untuk cadangan internasional Bank Sentral Rusia.
Harga emas yang terpantau di sesi Asia melonjak dan sedang bergerak kuat 1,18% atau 21,95 poin ke posisi US$1910,36 per troy ons, setelah akhir pekan lalu anjlok ke posisi 1888,71. Trend laju harga emas terus mendaki sejak perdagangan akhir bulan Januari.
Sebagai katalis pergerakan harga emas selanjutnya, investor dapat memperhatikan pergerakan bursa saham global selanjutnya. Terpantau bursa saham kawasan Asia sedang bergerak kuat dari posisi rendahnya akhir pekan lalu.



