(Vibiznews – Commodity) – Masuki perdagangan sesi Eropa hari Senin (21/3/2022) harga emas rebound masuki area resisten hariannya setelah anjlok cukup signifikan akhir pekan lalu. Namun masih terjadi pergerakan negatif pada perdagangan emas comex untuk kontrak berjangka bulan April kisaran US$1934 di posisi terendah 2 pekan.
Harga emas bergerak kuat oleh meningkatnya permintaan safe haven karena sikap Ukraina bahwa pasukan negara itu tidak akan menyerah di kota Mariupol, dengan fokus investor kembali ke apakah pasar akan dapat menggantikan minyak Rusia yang terkena sanksi.
Akhir pekan lalu harga emas anjlok cukup signfikan dan telah jatuh 3,4% secara mingguan oleh kuatnya dolar AS merespon komentar hawkish dari beberapa pejabat Federal Reserve yang mengatakan pekan lalu bank sentral perlu mengambil langkah lebih agresif untuk memerangi inflasi.
Seperti Presiden Fed St Louis James Bullard, mengatakan bahwa para pejabat harus menaikkan suku menjadi lebih dari 3% tahun ini dan Presiden Fed Minneapolis Neel Kashkari, juga mengatakan dia ingin menaikkan suku menjadi 1,75% hingga 2% tahun ini. Suku bunga yang lebih tinggi meningkatkan biaya peluang memegang emas batangan yang tidak memberikan imbal hasil.
Terpantau harga emas spot menguat 3,46 poin atau 0,18% ke kisaran US$1924,12 per troy ons dan harga emas comex untuk kontrak bulan April 2022 turun 4,10 poin atau 0,22% ke kisaran US$1925,20 per troy ons.
Secara teknikal harga emas sedang mendaki kembali ke posisi resisten kuat di 1933.93 – 1938.10. Dan jika bergerak koreksi akan turun kembali ke posisi 1917.88 sebelu meluncur ke support kuat hariannya di kisaran 1910.07 – 1905.45.



