Harga Minyak WTI Rebound dan Capai US$100, Arab Saudi dan Yaman Gencatan Senjata

468

(Vibiznews – Commodity) – Harga minyak mentah yang terpantau di pasar komoditas sesi Eropa hari Senin (4/4/2022) bergerak kuat dari posisi terendah 3 pekan yang dicapai akhir pekan lalu.  Baik harga minyak WTI dan minyak Brent sedang bergerak laju mendekati kisaran  posisi resisten kuat  harian secara teknikal.

Harga minyak menguat karena kekhawatiran tentang pasokan yang ketat bertahan bahkan ketika investor mengamati pelepasan pasokan dari cadangan strategis dari negara-negara konsumen dan juga gencatan senjata di Yaman yang memicu harapan bahwa masalah pasokan di Timur Tengah bisa mereda.

PBB telah menengahi gencatan senjata 2 bulan antara koalisi yang dipimpin Saudi dan kelompok Houthi untuk pertama kalinya dalam konflik 7 tahun, yang dapat menormalkan distribusi minyak di wilayah tersebut.

Pekan lalu, harga minyak merosot sekitar 13% setelah Presiden Biden mengumumkan pelepasan besar-besaran minyak mentah dari cadangan untuk melawan melonjaknya harga yang telah didukung oleh perang di Ukraina. Hingga 1 juta barel minyak per hari akan dijual dari Strategic Petroleum Reserve selama enam bulan mulai Mei. Negara-negara lain juga akan bergabung dengan AS meskipun IEA masih harus mengumumkan ukuran rilis yang disepakati.

Harga minyak mentah WTI untuk kontrak berjangka bulan Mei 2022 naik   0,80% ke posisi US$100.04 per barel setelah dibuka pada posisi US$98.95, sedangkan untuk minyak acuan dunia atau Brent naik 0,66% ke posisi US$105.02 per barel.