(Vibiznews – Commodity) – Harga gandum turun pada penutupan pasar hari Kamis setelah Laporan Penjualan Ekspor Mingguan dimana terjadi penurunan ekspor, sementara trader menantikan Laporan Bulanan Persediaan dan Permintaan WASDE pada hari Jumat.
Ditambah dengan berita akan dibukanya koridor ekspor biji-bijian di Laut Hitam oleh Rusia untuk mengirimkan ekspor biji-bijian Ukraina yang selama ini terhambat di pelabuhan.
Kekhawatiran bahwa hasil panen dari Canada, AS dan Eropa akan berkurang tapi di Laporan USDA tidak terlihat.
Harga gandum Juli di CBOT turun 3.5 sen (0.33%) menjadi $10.7125 per bushel
Laporan Penjualan Ekspor Mingguan sebesar 18.669 MMT dijual, jumlah terendah mingguan sejak 90/91. Gandum yang belum dikirim 740k akan dimasukkan ke ekspor 2022/23 dengan 212k MT yang dijual dimasukkan ke 4.346 MMT yang sudah dibukukan sebelumnya.
Survey dari trader bahwa USDA akan mengurangi perkiraan hasil gandum AS 2022/23 menjadi 1.719 bbu pada hari Jumat, turun 9.9 mbu dari bulan Mei apabila angka ini terealisasi.
Strategie Grain mengurangi perkiraan produksi gandum 2022/23 di Uni Eropa menjadi 124.4 MMT berkurangnya produksi di Perancis dan Jerman. European Commission data melaporkan gandum yang dikirim sebesar 25.3 MMT pada tahun marketing ini sampai 5 Juni, naik 300k MT dari tahun lalu.
Di Tahun Marketing ini dimulai 1 Juli Rusia mempertimbangkan pajak ekspor naik 10% menurut the Ag Ministry.
FranceAgriMer menurunkan perkiraan ekspor gandum Uni Eropa ke negara diluar Uni Eropa di tahun 2021/22 yang berakhir 30 Juni diperkirakan 9.1 juta ton turun dari 9.25 juta ton di bulan Mei.
FranceAgriMer tidak merubah perkiraan ekspor ke 27 negara Uni Eropa masih sebesar 8 juta ton, sehingga persediaan di akhir tahun marketing ini 3.2 juta ton karena berkurangnya ekspor ke negara Uni Eropa namun ditutupi dengan berkurangnya panen.
Analisa tehnikal untuk gandum dengan support pertama di $10.59 dan berikut ke $10.27 sedangkan resistant pertama di $11.08 dan berikut ke $11.34
Loni T / Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting



