(Vibiznews – Forex) – Pair AUDUSD pada awal sesi Asia hari Rabu (15/6/2022) berusaha bangkit dari posisi terendah dalam 4 pekan dan rebound dari pelemahan 5 sesi berturut. Terpantau posisi pair sudah menembus pivot harian secara teknikal dan mendekati resisten kuat.
Sebelumnya aussie mendapat tekanan dari melonjaknya imbal hasil obligasi AS yang menekan sentimen perdagangan aset risiko, dimana semua bursa saham global anjlok cukup signifikan oleh aksi jual saham yang cukup besar.
Imbal hasil pada obligasi pemerintah AS 10-tahun meroket ke atas 3,45% untuk pertama kalinya sejak April 2011 karena investor telah secara dramatis meningkatkan taruhan mereka bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin ketika menyimpulkan pertemuan dua hari pada hari Rabu.
Pergerakan pair selanjutnya dibayangi oleh rilis data indeks kepercayaan konsumen Westpac Australia untuk bulan Juni akan dirilis pagi ini, yang dapat memberikan katalis untuk menghentikan jatuhnya dolar Aussie.

Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap banyak rival utamanya pada akhir sesi Amerika berada di sekitar 105 setelah reli lebih dari 2% dalam tiga sesi terakhir ke level tertinggi dalam hampir 20 tahun, didorong oleh kekhawatiran perlambatan ekonomi global dan ekspektasi bahwa Federal Reserve perlu menaikkan suku bunga lebih tinggi dan lebih cepat untuk melawan inflasi yang melonjak.
Secara teknikal menurut analyst Vibiz Research Center pair AUDUSD rebound, pair yang ditutup sebelumnya pada posisi 0.6871 sedang naik mendekati R1 dan R2. Namun jika berbalik arah akan meluncur ke posisi 0.6860 sebelum meluncur ke posisi S2 hingga S2.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 0.7165 | 0.7112 | 0.7016 | 0.6963 | 0.6867 | 0.6814 | 0.6718 |
| Buy Avg | 0.6930 | Sell Avg | 0.6843 |
Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting



