(Vibiznews – Index) – Bursa saham Jepang menutup perdagangan pekan ini dengan kerugian yang cukup besar dari keuntungan pekan lalu dengan trend indeks yang bearish.
Indeks patokan Nikkei ditutup anjlok ke posisi terendah 3 pekan lebih pada akhir sesi Jumat (7/7) dan secara mingguan anjlok 2% lebih oleh pergerakan kuat yen Jepang.
Demikian juga Topix anjlok cukup signifikan dan melemah untuk 4 hari berturut dengan runtuhnya saham-saham kapital besar.
Nikkei dan Topix tertekan ikuti pelemahan Wall Street semalam merespon data pekerjaan swasta AS yang kuat memicu kekhawatiran bahwa kebijakan ketat Fed akan berlanjut.
Sentimen juga dibebani data yang menunjukkan pengeluaran rumah tangga di Jepang turun lebih dari yang diperkirakan pada Mei, sementara upah riil berkontraksi selama 14 bulan berturut-turut.
Indeks harian Nikkei ditutup turun 1,17% pada 32.388 dan mingguan turun 2,4%. Untuk indeks Topix turun 0,97% menjadi 2.255 dan mingguan turun 1,5%.
Demikian untuk indeks Nikkei berjangka bulan September 2023 bergerak negatif dengan turun 0,92% pada posisi 32430.
Pelemahan sektoral dipimpin oleh saham teknologi dan keuangan dengan kerugian signifikan dari Advantest (-1,6%), SoftBank Group (-1,2%), Tokyo Electron (-1,3%), Mitsubishi UFJ (-1,7%) dan Sumitomo Mitsui (-1,3%) .
Selain itu ada saham Eisai anjlok 4,7% bahkan setelah menerima persetujuan penuh dari FDA AS atas obat Alzheimer yang dikembangkan bersama dengan Biogen.



