Hingga Semester I 2023, Pefindo Memperoleh Mandat Surat Utang Sebesar Rp61,3 Triliun

438

(Vibiznews – Bond & Mutual) PT Pemeringkat Efek Indonesia atau Pefindo mencatat nilai mandat penerbitan surat utang hingga semester I 2023 sebesar Rp 61,3 triliun. Jumlah tersebut terdiri dari 41 perusahaan

Rinciannya, 18 perusahaan merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan anak perusahaan dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Sisanya 23 perusahaan non-BUMN.

Jadi kalau kita lihat dari rencana emiten untuk menerbitkan surat utang cukup besar. DI semester I 2023, total yang sudah kita rating itu sebesar RP 61,3 triliun,” kata Direktur Utama Pefindo, Irmawati Amran dalam Media Forum, Jumat (7/7/2023).

Lebih rinci, Irmawati memaparkan berdasarkan jenis surat utang, PUB Obligasi paling banyak senilai Rp 25,7 triliun. DIsusul obligasi Rp 14 triliun, sukuk Rp 10,49 triliun, PUB sukuk Rp 5,89 triliun, MTN Rp 4,57 triliun, dan sekuritisasi Rp 600 miliar. Sementara berdasarkan sektor industrinya adalah sebagai berikut:

  • Sektor Industri Bubur Kertas dan Tissue, 3 perusahaan senilai Rp 16,63 triliun
  • Sektor Perbankan, 4 perusahaan senilai Rp 7,6 triliun
  • Sektor Pertambangan, 3 perusahaan senilai Rp 7 triliun
  • Sektor Multifinance, 7 perusahaan senilai Rp 5,6 triliun
  • Sektor Perusahaan Induk, 3 perusahaan senilai Rp 3,9 triliun
  • Sektor Bandara, 1 perusahaan senilai Rp 3,72 triliun
  • Sektor Jalan Tol, 1 perusahaan senilai Rp 3,62 triliun
  • Sektor Perdagangan & Distribusi, 2 perusahaan senilai Rp 3,23 triliun
  • Sektor Konstruksi, 2 perusahaan senilai Rp 2 triliun
  • Sektor Lembaga Keuangan Khusus, 1 perusahaan senilai Rp 2 triliun
  • Sektor Telekomunikasi, 2 perusahaan senilai Rp 1,3 triliun
  • Sektor Properti, 3 perusahaan senilai Rp 1,3 triliun
  • Sektor Minyak dan Gas, 1 perusahaan senilai Rp 1 triliun
  • Sektor Manufacturing, 2 perusahaan senilai Rp 700 miliar
  • Sektor Pelayaran, 1 perusahaan senilai Rp 550 miliar Sektor Sekuritas, 1 perusahaan senilai Rp 408 miliar
  • Sektor Listrik & Energi, 1 perusahaan senilai Rp 400 miliar
  • Sektor Industri Jasa Pengamanan, 1 perusahaan senilai Rp 150 miliar
  • Sektor Industri Pembiayaan, 1 perusahaan senilai Rp 100 miliar
  • Sektor Modal Ventura, 1 perusahaan senilai Rp 100 miliar