(Vibiznews – Forex) Indeks dolar AS mempertahankan kenaikannya pada hari Kamis di sesi Asia, setelah Federal Reserve mempertahankan suku bunga kebijakannya tidak berubah seperti yang diperkirakan tetapi mengadopsi nada yang lebih agresif di tengah meningkatnya kekhawatiran inflasi.
Indeks dolar AS bergerak naik 0,21% pada 99,06.
Kenaikan dolar AS juga terdukung meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, setelah Presiden Donald Trump mengatakan AS akan mempertahankan blokade angkatan lautnya terhadap Iran sampai kesepakatan nuklir tercapai, sementara Teheran menuduh Washington mencoba memaksa Iran untuk tunduk melalui tekanan ekonomi.
Perhatian sekarang beralih ke keputusan kebijakan moneter yang akan datang dari Bank Sentral Eropa dan Bank of England pada hari ini.
Malam nanti akan dirilis data Core PCE Price Index MoM Maret AS yang diindikasikan menurun.
Juga data GDP Growth Rate QoQ Adv Q1 AS, Personal Income MoM Maret AS, Personal Spending MoM Maret AS, yang semuanya diindikasikan meningkat.
Juga akan dirilis data Intial Jobless Claims minggu lalu yang diindikasikan meningkat.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, indeks dolar AS dapat bergerak naik dengan keputusan The Fed mempertahankan suku bunga. Ketegangan AS-Iran yang masih berlangsung juga dapat meningkatkan permintaan safe haven dolar AS. Demikian juga jika data ekonomi AS sebagian besar terealisir naik, akan menguatkan dolar AS. Indeks dolar AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance 99,15-99,35. Namun jika turun, akan bergerak dalam kisaran Support 98,66-98,37.



