Harga Gula Selasa Ditutup Merosot Tertekan Peningkatan Produksi Brazil dan Pelemahan Harga Minyak

563

(Vibiznews – Commodity) Harga gula di bursa komoditi berjangka New York pada hari Selasa ditutup turun tajam tertekan peningkatan produksi gula Brazil dan pelemahan harga minyak.

Harga gula kontrak bulan Maret 2024 ditutup merosot 3,29% pada 24,96.

Conab pada Rabu lalu menaikkan perkiraan produksi gula Brazil tahun 2023/24 sebesar +15% menjadi 46,9 MMT dari perkiraan bulan Agustus sebesar 40,9 MMT.

Harga gula juga tertekan pelemahan harga minyak mentah yang jatuh ke level terendah dalam 3 minggu. Melemahnya harga minyak mentah menurunkan harga etanol dan mungkin mendorong pabrik gula dunia untuk mengalihkan lebih banyak penghancuran tebu ke produksi gula dibandingkan etanol, sehingga meningkatkan pasokan gula.

Brazil telah meningkatkan produksi gulanya tahun ini karena Unica pada Senin lalu melaporkan bahwa output gula Brazil Tengah-Selatan pada paruh pertama bulan November naik +30,9% y/y menjadi 2,19 MMT dan output gula pada tahun panen 2023/24 hingga pertengahan -November naik +23.1% y/y menjadi 39.412 MMT. Selain itu, 49,41% tebu yang dihancurkan digunakan untuk produksi gula tahun ini, meningkat dari 45,97% tahun lalu. Sementara itu, Brazil mengekspor 3,7 MMT gula pada bulan November, menandai rekor baru pada bulan tersebut.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga gula akan mencermati perkembangan produksi di Brazil, yang jika terus meningkat, akan menekan harga gula. Juga akan dicermati pergerakan harga minyak mentah yang jika terus turun dengan keraguan pengurangan pasokan OPEC, akan dapat menekan harga gula. Harga gula diperkirakan bergerak dalam kisaran Support 24,55-24,13. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance 25,64-26,31.