(Vibiznews – Commodity) Harga kopi arabika di bursa komoditi berjangka New York pada hari Rabu berakhir naik mencatat rekor tertinggi dalam 7-3/4 bulan terpicu cuaca kering di Brazil yang berisiko merusak tanaman kopi dan mendorong peningkatan harga kopi arabika.
Harga kopi arabika kontrak bulan Maret 2024 ditutup naik 1,84% pada 188,65.
Somar Meteorologia melaporkan pada hari Senin bahwa wilayah Minas Gerais di Brasil hanya menerima curah hujan 36,5 mm dalam seminggu terakhir, atau 53% dari rata-rata historis. Minas Gerais menyumbang sekitar 30% tanaman arabika Brasil.
Menyusutnya persediaan kopi ICE merupakan bullish bagi harga kopi karena persediaan kopi arabika yang dipantau ICE turun ke level terendah dalam 24 tahun di 224,066 kantong pada Kamis lalu.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga kopi arabika akan mencermati perkembangan cuaca di Brazil, yang jika cuaca kering berlanjut, akan menekan tanaman kopi arabika dan menaikkan harga. Pelemahan dolar AS setelah The Fed proyeksikan tiga pemotongan suku bunga tahun depan juga dapat mengangkat harga kopi arabika. Namun perlu diwaspadai upaya profit taking setelah harga kopi arabika naik tinggi. Harga kopi arabika diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance 192,15-195,65. Namun jika turun, akan bergerak dalam kisaran Support 184,95-181,25.



