(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Kamis siang ini (28/12) terpantau menguat 40,921 poin (0,56%) ke level 7.286,838 setelah dibuka naik ke level 7.263,263.
IHSG bergerak lanjutkan rally menuju rekor harian baru tahun ini di level 15,5 bulan tertingginya, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya mixed menguat di antara bursa Australia beredar sekitar 2 tahun tertingginya, serta mengikuti Wall Street yang ditutup melanjutkan rally dekat dengan level rekor.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) siang ini menguat 0,10% atau 15 poin ke level Rp 15.428, dengan dollar AS di pasar uang Asia menurun setelah merosot 2 hari di sesi global sebelumnya; sekitar 5 bulan terendahnya di tengah naiknya sentimen pasar bahwa the Fed segera memangkas suku bunganya di tahun 2024.
Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 15.413, serta terpantau di bawah level sebulan tertingginya.
Mengawali perdagangannya, IHSG menguat 29,025 poin (0,40%) ke level 7.274,941. Sedangkan indeks LQ45 naik 5,764 poin (0,60%) ke level 974,491. Siang ini IHSG menguat 40,921 poin (0,56%) ke level 7.286,838. Sementara LQ45 terlihat naik 0,78% atau 7,588 poin ke level 976,315.
Tercatat saat ini sebanyak 300 saham naik, 212 saham turun dan 235 saham stagnan.
Sementara itu, bursa regional siang ini mixed bias menguat, di antaranya Nikkei yang terkoreksi 0,40%, dan Indeks Hang Seng yang naik 2,48%.
Sejumlah saham yang masuk jajaran top gainers antara lain Sumber Energi Andalan (ITMA) 22,31%, Matahari Dept Store (LPPF) 11,71%, Sariguna Primatirta (CLEO) 7,86%, dan Rukun Raharja (RAJA) 7,63%.
Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini dalam rally ke rekor harian barunya di sekitar posisi 15,5 bulan tertingginya, sementara bursa kawasan Asia siang ini menguat mengikuti melajunya Wall Street.
Berikutnya IHSG kemungkinan akan tetap naik lalu ditahan profit taking di overbought-nya, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 7.297 dan 7.306. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 7.173, dan bila tembus ke level 7.025.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group



