(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Senin pagi ini (5/2), terpantau menguat terbatas 6,093 poin (0,08%) ke level 7.244,878 setelah dibuka turun ke level 7.227,452.
IHSG bergerak sideways dua zona di awal pasar, sementara bursa kawasan Asia pagi ini umumnya bias melemah setelah the Fed menyatakan akan berhati-hati dalam memangkas suku bunga, serta mencermati Wall Street yang berakhir pekan serempak dalam gain.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) pagi ini melemah 0,43% atau 67 poin ke level Rp 15.709, dengan dollar AS di pasar uang Asia menanjak setelah menguat di sesi global sebelumnya; diangkat rilis tenaga kerja NFP yang melebihi estimasi dan mengurangi peluang penurunan suku bunga dalam jangka pendek ini.
Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 15.709, serta terpantau terkoreksi dari rally 6 harinya saat di level 1,5 minggu tertingginya.
Mengawali perdagangannya, IHSG melemah 11,333 poin (0,16%) ke level 7.227,452. Sedangkan indeks LQ45 naik 1,407 poin (0,14%) ke level 981,338. Pagi ini IHSG menguat 6,093 poin (0,08%) ke level 7.244,878. Sementara LQ45 terlihat naik 0,26% atau 2,513 poin ke level 982,444.
Tercatat saat ini sebanyak 229 saham naik, 231 saham turun dan 212 saham stagnan.
Sementara itu, bursa Wall Street berakhir pekan dengan bersama menguat serta S&P 500 kembali mencetak rekor barunya. Sedangkan, bursa regional pagi ini bias menguat, di antaranya Nikkei yang naik 0,55%, dan Indeks Hang Seng yang merosot 0,78%.
Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini dibuka fluktuatif pada dua zona, sementara bursa kawasan Asia pagi ini bias melemah setelah the Fed menyatakan akan berhati-hati dalam memangkas suku bunga.
Berikutnya IHSG kemungkinan agak konsolidatif dalam bias menguat, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 7.307 dan 7.401. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 7.103, dan bila tembus ke level 7.047.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group



