(Vibiznews – Commodity) Harga gula di bursa komoditi berjangka New York pada hari Senin ditutup turun tajam terbebani kemorosotan mata uang Real Brazil dan peningkatan produksi gula Brazil.
Harga gula berjangka kontrak bulan Maret 2024 ditutup turun tajam 1,51% pada 23,53.
Nilai tukar mata uang Real Brazil turun ke level terendah dalam 3 bulan terhadap dolar pada hari Senin, mendorong penjualan ekspor oleh produsen gula Brazil.
Harga gula juga melemah pada hari Senin setelah StoneX menaikkan perkiraan surplus gula global tahun 2023/24 menjadi 3,4 MMT dari perkiraan sebelumnya sebesar 730,000 MT karena peningkatan produksi gula di Brasil.
Peningkatan tajam dalam produksi gula Brasil berdampak buruk pada harga. Pada tanggal 25 Januari, Unica melaporkan bahwa produksi gula Tengah-Selatan Brazil melonjak +148,6% y/y pada paruh pertama bulan Januari menjadi 48.000 MT dan produksi gula pada tahun panen 2023/24 hingga pertengahan Januari naik +25,5% y/ kamu menjadi 42,099 MMT. Sementara itu, lebih banyak tebu yang dihancurkan untuk dijadikan gula dibandingkan etanol, karena 49,06% tebu dihancurkan pada tahun panen 2023/24 hingga pertengahan Januari untuk produksi gula dibandingkan dengan 45,95% tahun lalu.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga gula akan mencermati perkembangan produksi dan pasokan gula di Brazil, jika terus meningkat, akan menekan harga gula. Harga gula diperkirakan bergerak dalam kisaran Support 23,31-23,09. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance 23,87-24,21.



