IHSG Jumat Siang Menguat ke Level 7.126; Bergerak Fluktuatif, Bursa Asia Bias Menguat
(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Jumat siang ini (3/5), terpantau menguat 8,235 poin (0,12%) ke level 7.125,661 setelah dibuka naik ke level 7.149,209.
IHSG bergerak fluktuatif di dua zona, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya mixed bias menguat, mengikuti Wall Street yang semalam berakhir serempak menguat menjelang NFP.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) siang ini menguat 0,54% atau 84 poin ke level Rp 16.099, dengan dollar AS di pasar uang Asia lanjut turun setelah tergerus 2 hari di sesi global sebelumnya; terkoreksi ke sekitar 3 minggu terendahnya oleh penguatan yen akibat intervensi BOJ serta menantikan data NFP yang dirilis malam ini.
Rupiah menguat dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 16.183, serta terpantau lompat ke sekitar 2,5 minggu tertingginya.
Mengawali perdagangannya, IHSG menguat 30,088 poin (0,50%) ke level 7.149,209. Sedangkan indeks LQ45 naik 17,307 poin (0,71%) ke level 905,126. Siang ini IHSG menguat 8,235 poin (0,12%) ke level 7.125,661. Sementara LQ45 terlihat naik 0,26% atau 2,369 poin ke level 901,120.
Tercatat saat ini sebanyak 248 saham naik, 281 saham turun dan 222 saham stagnan.
Sementara itu, bursa regional siang ini mixed bias melemah di antaranya Nikkei yang flat 0,00%, dan Hang Seng yang menanjak 1,16%.
Sejumlah saham yang masuk jajaran top gainers antara lain Sariguna Primatitra (CLEO) 6,93%, Mitra Aktif Adiperkasa (MAPA) 5,16%, Japfa (JPFA) 4,31%, dan Mitra Keluarga (MIKA) 4,21%.
Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini fluktuatif di dua zona, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya mixed bias menguat, mengikuti Wall Street yang berakhir serempak menguat.
Berikutnya IHSG kemungkinan berpeluang bertahan di zona hijau, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasanResistance mingguan saat ini berada di level 7.299 dan 7.454. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 7.023, dan bila tembus ke level 7.000.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group



