Harga Minyak Mentah Tertekan Laporan EIA, Turun ke Terendah Sepekan

372
china oil

(Vibiznews – Commodity) – Harga minyak mentah acuan dunia di pasar komoditas internasional yang berakhir Kamis dinihari (10/10) turun ke posisi terendah dalam sepekan lebih.

Harga minyak WTI dan juga jenis Brent terpangkas kembali oleh aksi ambil untung lanjutan setelah  melonjak  diatas 10% lebih  di posisi harga tertinggi dalam 6 pekan.

Pelemahan harga terjadi oleh sentimen permintaan yang lemah dan peningkatan pasokan. Data EIA menunjukkan peningkatan persediaan minyak mentah AS sebesar 5,810 juta barel, di atas ekspektasi pasar sebesar 2 juta barel, dibandingkan dengan data API sebesar hampir 11 juta.

Selain itu, EIA AS merevisi perkiraan permintaan tahun 2025 ke bawah, dengan alasan perlambatan ekonomi di Tiongkok dan Amerika Utara, yang semakin menekan harga minyak.

Hari Selasa, harga minyak turun karena berita tentang kemungkinan gencatan senjata antara Hizbullah dan Israel, meskipun kekhawatiran terus berlanjut tentang potensi serangan Israel terhadap fasilitas minyak Iran.

Selain itu, kembalinya ekspor minyak Libya menekan harga minyak mentah di Laut Utara dan Mediterania, karena penyuling lokal mengurangi pembelian minyak mentah dari luar wilayah tersebut.

Sementara itu, Badai Milton diperkirakan akan menghantam Pantai Teluk Florida, yang dapat mengganggu pasokan bensin di salah satu negara bagian konsumen terbesar di AS.

Harga Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk bulan Oktober 2024 turun 0,45% ke $73,24 per barel.

Untuk harga minyak mentah berjangka acuan jenis Brent turun 0,61% menjadi $76,71 per barel.

Untuk pergerakan harga minyak berikutnya cenderung bergerak positif, minyak WTI diperkirakan akan bergerak dalam kisaran resisten di $75.75 – $82.10. Jika berbalik arah akan meluncur ke kisaran  support di $69.70 – $63.10.