(Vibiznews – Commodity) – Harga minyak sawit atau CPO melonjak ke posisi tertinggi dalam 5 bulan pada akhir perdagangan hari Jumat (18/7/2025) di tengah penguatan harga minyak pesaing di Chicago Board of Trade dan bursa Dalian.
Harga minyak sawit yang banyak diperdagangkan yaitu kontrak berjangka bulan Oktober 2025 naik 2,52% menjadi sekitar MYR4.316, setelah sempat berada di posisi MYR4.353.
Lonjakan harga minyak sawit merespon data terbaru dari Badan Pusat Statistik Malaysia yang menunjukkan bahwa ekspor minyak sawit pada bulan Juni melonjak sekitar 25% year-on-year.
Namun, kenaikan lebih lanjut terhambat oleh risiko terkait cuaca di Malaysia, termasuk banjir di beberapa wilayah negara yang berdampak pada wilayah-wilayah utama penghasil kelapa sawit.
Selain itu, persediaan yang melimpah di negara-negara importir utama seperti India dan Tiongkok menimbulkan kekhawatiran tentang permintaan jangka pendek.
Terkait tarif, Presiden AS Trump baru-baru ini mengumumkan rencana untuk memberi tahu lebih dari 150 mitra dagang tentang tarif bea masuk mereka sebelum batas waktu di bulan Agustus, yang menambah ketidakpastian pada dinamika perdagangan global.
Secara mingguan harga minyak sawit alami lonjakan hingga naik 2,5% sepanjang perdagangan pekan ini.



