Indeks Harga Komoditas Pangan Meningkat Pada Bulan Juli

369

(Vibiznews – Commodity) Harga komoditas pangan meningkat pada bulan Juli tertinggi lebih dari 2 tahun, dipicu oleh kenaikan harga minyak nabati dan harga daging, namun bahan makanan cereal, susu, dan gula turun.  

The FAO Food Price Indeks melaporkan harga komoditas makanan rata-rata 130.1 point di bulan Juli naik 1.6% dari bulan Juni. 

Indeks harga bulan Juli tertinggi sejak Februari 2023 walaupun masih 18.8% dibawah indeks tertinggi di Maret 2022, pada saat pertama Rusia menyerang Ukraina. 

Indeks harga daging FAO mencapai rekor harga tertinggi di 127.3  naik 1.2% dari harga tinggi pada bulan Juni, kenaikan permintaan impor Cina dan harga daging sapi dan kambing naik di AS. 

Impor daging sapi AS naik setelah kekeringan menurunkan ternak sapi domestik. Jumlah dagng sapi yang dikirim Cina mencapai rekor pada tahun lalu karena semakin popularnya daging sapi, impor daging sapi meningkat walaupun permintaan Cina tidak pasti. 

Laporan ekspor daging sapi mingguan AS sampai 31 Juli sebesar 15,921 MT  naik dua kali lipat dari minggu sebelumnya. Pengiriman mencapai kenaikan tertinggi 4 minggu.  

Di pasar daging ayam harga daging ayam naik sedikit setelah impor  ayam Brazil bagi pembeli utama kembali  dimulai setelah Brazil memperoleh status bebas flu burung 

Harga daging babi turun karena persediaan banyak dan permintaan berkurang terutama dari Uni Eropa 

Penjualan ekspor daging babi AS minggu ini sampai 31 Juli sebesar 30,996 MT tertinggi lima minggu. Pengiriman ekspor sebesar 28,181 MT pada minggu ini tertinggi dalam 3 minggu. 

Indeks harga minyak nabati naik 7.1% dari bulan lalu mencapai harga tertinggi 3 tahun. 

Indeks dari harga minyak nabati meningkat , peningkatan harga minyak sawit, minyak kedelai dan minyak bunga matahari kenaikan permintaan global, persediaan sedikit. Hanya harga minyak canola turun karena sedang panen di Eropa. 

https://vibiznews.com/index.php/2025/08/07/merosotnya-harga-cpo-7-agustus-dibatasi-data-perdagangan-tiongkok/ 

Indeks harga  cereal turun ke terendah lima tahun, karena tekanan persediaan yang meningkat akibat  panen gandum musiman di Utara Khatulistiwa   

https://vibiznews.com/index.php/2025/08/05/harga-gandum-sempat-ke-harga-terendah-sejak-mei-panen-sedang-berlangsung-di-negara-negara-produsen/ 

Indeks harga beras juga turun 1.8% dari bulan lalu persediaan ekspor meningkat tetapi permintaan impor kurang. 

Harga susu turun untuk pertama kalinya sejak April 2024, penurunan harga butter, susu bubuk namun harga keju masih naik. 

Indeks harga gula turun untuk 5 bulan berturut-turut karena kenaikan produk gula Brazil dan India walaupun ada indikasi permintaan impor gula global meningkat 

https://vibiznews.com/index.php/2025/08/07/harga-gula-turun-produksi-gula-brazil-meningkat/ 

Loni T / Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting