Pasar Obligasi Mulai Ditinggalkan Investor, Yield SBN Tenor 5 dan 10 Tahun Meningkat

684
Pasar Obligasi Mulai Ditinggalkan Investor, Yield SBN Tenor 5 dan 10 Tahun Meningkat

 

(Vibiznews – Bonds & Mutual Fund) – Imbal hasil (yield) Surat Berharga Negara (SBN) tenor 5 tahun dan 10 tahun tercatat sedang mengalami tren kenaikan. Hal ini terjadi di tengah pergantian Menteri Keuangan RI. Pergerakan ini menjadi sinyal bahwa pasar obligasi sedang ditinggalkan oleh investor.

Melansir dari Refinitiv, pada perdagangan siang ini, Selasa (9/9/2025) pukul 12.55 WIB, yield SBN tenor 5 tahun (ID5YT) berada di level 5,811%, turun tipis sebesar 0,15 basis poin. Meski demikian, sehari sebelumnya (Senin, 8/9/2025), yield ID5YT justru melonjak cukup signifikan hingga naik 7 basis poin.

Sementara itu, yield ID10YT pada perdagangan siang ini, Selasa (9/9/2025) pukul 12.55 WIB, yield berada di level 6,441%, sementara pada penutupan perdagangan kemarin (Senin 8/9/2025), yield turut menguat hingga ditutup di level 6,422%.

Sedangkan hari ini yield ID10YT bahkan sempat naik ke level 6,489% pada pagi hari.

Perlu diketahui, harga dan yield obligasi selalu bergerak berlawanan arah. Dengan demikian, ketika yield naik, artinya harga obligasi sedang turun, suatu kondisi yang mencerminkan investor tengah melakukan aksi jual.

Kenaikan yield ini terjadi seiring dengan pergantian Menteri Keuangan yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto pada Senin (8/9/2025). Sri Mulyani resmi digantikan oleh Purbaya Yudhi Sadewa, mantan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Menurut Analis Vibiz Research Center, pergantian ini berpotensi memicu volatitlitas yield SBN, rupiah, hingga tekanan di pasar Saham. Hal ini terjadi sampai Menkeu baru menentukan arah kebijakan fiskalnya.

Berdasarkan data Refinitiv, tren pelemahan SBN tenor 10 tahun telah terjadi sejak akhir Agustus lalu. Ketika itu, Yield ID10YT sempat menyentuh level terendahnya sejak 2023 atau hampir dua tahun, di level 6,302%.
Namun setelah mencetak level tersebut, yield langsung kembali merangkak naik hingga hari ini berada di level 6,441%. Artinya, imbal hasil SBN tenor 10 tahun telah turun sebanyak 14 basis poin.

Salah satu penyebab, naiknya yield tersebut adalah aksi jual yang dilakukan oleh investor asing. Berdasarkan Laporan Bank Indonesia data transaksi sepanjang 1-3 September 2025, pasar SBN mengalami net sell asing sebesar Rp7,69 triliun.

Belinda Kosasih/ Partner of Banking Business Services/Vibiz Consulting