(Vibiznews – Commodity) Harga emas bergerak naik pada hari Rabu, mendekati rekor tertingginya dari sesi sebelumnya, mempertimbangkan komentar Ketua Federal Reserve dan ketidakpastian geopolitik yang sedang berlangsung.
Harga emas spot bergerak naik 0,14% pada $3.769,36 per ons.
Harga emas berjangka AS kontrak Desember bergerak turun 0,35% pada $3.802,3 per ons.
Ketua Fed Powell menyampaikan nada hati-hati, menekankan perlunya menyeimbangkan inflasi yang persisten dengan pasar tenaga kerja yang melemah, menyebutnya sebagai “situasi yang menantang”.
Namun, pasar terus memperkirakan setidaknya dua penurunan suku bunga lagi tahun ini.
Sementara itu, emas juga mendapat dukungan dari ketegangan geopolitik setelah Presiden Trump menyuarakan dukungan kuat untuk Ukraina pada hari Selasa, yang menunjukkan bahwa negara itu dapat sepenuhnya merebut kembali wilayahnya dengan dukungan dari Uni Eropa dan NATO.
Berbicara di Majelis Umum PBB di New York setelah bertemu dengan Presiden Zelenskyy, Trump juga mendukung anggota NATO untuk mengambil sikap yang lebih tegas terhadap serangan Rusia.
Pergerakan dolar AS juga dapat mempengaruhi pergerakan harga emas.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga emas akan mencermati pergerakan dolar AS, yang jika berbalik menguat, akan menekan harga emas. Namun juga mencermati perkembangan gejolak politik dengan dukungan NATO terhadap Ukraina menghadapi konflik dengan Rusia. Harga emas masih terdukung ekspektasi dua pemangkasan suku bunga The Fed tahun ini. Harga emas berjangka AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $3.785-$3.769. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $3.816-$3.829.



