Harga Karet Di Akhir Tahun Turun Setelah 8 Sesi Naik

119
karet

(Vibiznews – Commodity) – Harga karet pada akhir tahun turun dari  kenaikan selama delapan sesi berturut-turut, penurunan karena berkurangnya ketakutan akan pasokan  Thailand dan membukukan penurunan tahunan  pertama selama tiga tahunan. 

Harga karet Juni di the Osaka Exchange (OSE) turun 3.9 yen atau 1.13% menjadi 341.6 yen ($2.18) per kg. 

Harga karet Jepang tahunan turun 8.79% tahun ini, sempat naik ke harga 394 yen pada 27 Januari dan terendah di 294 yen pada 2 Juni. 

Harga karet Mei the Shanghai Futures Exchange (SHFE) turun 75 yuan atau 0.48% menjadi 15,605 yuan ($2,232.95) per MT. 

Harga karet Butadiene Februari di SHFE turun 30 yuan atau 026% menjadi 11,520 yuan ($1,648.42) per ton. 

Harga karet Februari di Singapore Exchange SICOM naik 0.2% menjadi 180 sen USD per kg. 

Thailand Meteorological Agency mengatakan hujan musim hujan akan berkurang di  Thailand Selatan, dimana produksi karet terkonsentrasi di sana, dari 29 Desember  sampai 4 Januari . Produksi yang meningkat membuat harga karet turun. 

Permintaan harga karet alam diperkirakan menguat pada pertengahan pertama  2026, dari beberapa broker keuangan di Tonghuaxun. 

Peningkatan persediaan karet lambat karena perkebunan menghadapi beberapa kendala, termasuhk cuaca yang mengganggu dan umur dari tanaman. 

Pohon karet di Thailand umurnya sudah mencapai umur optimal produksi dan negara produsen terbesar ke dua Indonesia sedang meningkatkan produksinya. 

Dalam jangka pendek dan jangka panjang produksi akan bergantung perkiraan cuaca di daerah penghasil, permintaan hilir dan perubahan persediaan . 

Analisa tehnikal untuk karet Jepang 

Suppport pertama di 341 yen kemudian ke 333 yen  

Resistant pertama di 348 yen kemudian ke 356 yen 

Loni T / Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting