Harga Minyak Dunia Berusaha Naik Pasca Tertangkapnya Presiden Venezuela

183

(Vibiznews – Commodity) – Harga minyak mentah acuan dunia berusaha bangkit dari penurunan 2 hari berturut pada perdagangan komoditas sesi Asia hari Senin (5/1/2026) pasca serangan AS terhadap Venezuela dan penangkapan Presiden Nicolas Maduro.

Pasar sedang mempertimbangkan potensi dampak pada pasokan minyak mentah regional, mengingat Venezuela memiliki cadangan minyak terbukti terbesar di dunia. Namun banyak laporan analis memperkirakan gangguan yang terbatas, mencatat bahwa Venezuela saat ini memproduksi kurang dari 1 juta barel minyak mentah per hari, yang menyumbang kurang dari 1% dari produksi global.

Pada akhir tahun diperkirakan harga minyak dapat naik  di tengah kekhawatiran bahwa tekanan AS yang lebih agresif terhadap musuh global, termasuk Iran, dapat memperketat kondisi pasokan.

Sementara itu, diberitakan pemerintah AS mendesak perusahaan-perusahaan untuk membantu menghidupkan kembali industri minyak Venezuela jika mereka meminta kompensasi atas aset yang disita oleh negara tersebut sekitar dua dekade lalu.

Harga Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak bulan Februari 2026 sedang naik 0,21% menjadi $57,43 per barel.

Harga minyak mentah berjangka acuan jenis Brent naik 0,28% menjadi $60,93 per barel.

Secara teknikal, untuk pergerakan harga minyak WTI  selanjutnya diperkirakan  akan   bertemu kisaran  support di $55.80 – $53.60 dan kisaran resisten di $58.10 – $61.40.