(Vibiznews – Commodity) – Harga minyak mentah acuan dunia mulai stabil kembali pada perdagangan komoditas sesi Asia hari Jumat (16/1/2026) setelah melemah selama 2 hari berturut.
Kenaikan harga minyak WTI dan juga jenis Brent karena para investor menilai situasi geopolitik di Timur Tengah setelah sebelumnya anjlok 4% lebih.
Presiden AS Donald Trump mengatakan tidak memiliki rencana untuk menyerang Iran di tengah kekhawatiran akan nasib seorang demonstran anti-pemerintah yang ditahan. Meskipun demikian, Trump belum mengesampingkan opsi apa pun, dengan mengatakan bahwa akan ada konsekuensi serius jika pembunuhan terus berlanjut.
Beberapa media juga melaporkan bahwa militer AS sedang memindahkan kapal induk ke wilayah Timur Tengah di tengah ketegangan yang sedang berlangsung.
Pasar akan memantau dengan cermat perkembangan geopolitik terbaru seputar kerusuhan sipil Iran. Tanda-tanda meningkatnya ketegangan di Iran dapat mendorong harga minyak dunia karena Iran adalah produsen minyak mentah terbesar ketiga di OPEC.
Namun potensi kenaikan harga minyak WTI mungkin terbatas di tengah kekhawatiran kelebihan pasokan. Pada hari Rabu, Badan Informasi Energi AS (EIA) melaporkan peningkatan pasokan minyak mentah yang lebih besar dari perkiraan.
Harga Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak bulan Maret 2026 sedang naik 0,12% menjadi $59,25 per barel.
Harga minyak mentah berjangka acuan jenis Brent naik 0,01% menjadi $63,84 per barel.
Secara teknikal, untuk pergerakan harga minyak WTI selanjutnya diperkirakan akan bertemu kisaran support di $58.20 – $56.90 dan kisaran resisten di $60.80 – $63.40.



