(Vibiznews – Commodity) Harga emas berakhir turun pada hari Kamis terbebani penguatan dolar AS.
Harga emas spot ditutup turun 0,22% pada $4.615,94 per ons.
Harga emas berjangka AS kontrak Februari 2026 ditutup turun 0,26% pada $4.623,7 per ons.
Lihat : Harga Emas Antam Hari ini Jumat 16 Januari 2026, Turun Rp6.000
Harga emas ditutup turun terbebani reli indeks dolar ke level tertinggi 6 minggu yang berdampak negatif bagi logam mulia.
Selain itu, meredanya risiko geopolitik di Iran telah mengurangi permintaan safe-haven untuk logam mulia.
Demikian juga komentar agresif pada hari Kamis dari Presiden Federal Reserve Atlanta Raphael Bostic dan Presiden Federal Reserve Kansas City Jeff Schmid menekan harga emas, karena mereka mengatakan bahwa Fed perlu mempertahankan kebijakan moneter yang ketat karena inflasi yang masih tinggi.
Malam nanti akan dirilis data Produksi Industri dan Produksi Manufaktur Desember AS yang diperkirakan meningkat.
Juga akan ada pernyataan dari pejabat Fed Bowman.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga emas akan mencermati pergerakan dolar AS, yang jika dolar terus menguat, akan menekan harga emas. Juga meredanya ketegangan geopolitik Iran dapat menurunkan permintaan safe haven emas. Juga jika malam nanti data Produksi Industri dan Produksi Manufaktur Desember AS terealisir naik dan pernyataan pejabat Fed bersifat hawkish, berhasil menguatkan dolar AS, akan dapat menekan harga emas. Harga emas berjangka AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $4.593-$4.562. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $4.646-$4.668.



