(Vibiznews – Commodity) Harga minyak mentah pulih dari kerugian awal dan ditutup naik tajam pada hari Selasa terdorong pelemahan dolar AS.
Harga minyak mentah berjangka WTI AS kontrak Februari 2026 ditutup naik 1,51% pada $60,34 per barel.
Harga minyak mentah berjangka Brent ditutup naik 0,09% pada $64,00 per barel.
Kenaikan harga minyak didukung penurunan indeks dolar AS yang jatuh ke level terendah dalam 2 minggu.
Selain itu, berkurangnya pasokan minyak mentah global mendukung harga minyak setelah produsen minyak terbesar Kazakhstan menghentikan produksi akibat kebakaran di ladang minyak Tengiz dan Korolev.
Harga minyak mentah melonjak pada hari Selasa setelah Reuters melaporkan bahwa ladang minyak Tengiz dan Korolev di Kazakhstan akan ditutup selama 10 hari lagi karena kebakaran generator listrik. Kazakhstan telah mengurangi sekitar 900.000 barel per hari produksi minyak mentah yang memasok terminal Caspian Pipeline Consortium di Pantai Laut Hitam Rusia karena serangan pesawat tak berawak.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga minyak dapat bergerak naik jika pelemahan dolar AS berlanjut. Namun ketegangan perdagangan antara AS dan Uni Eropa dikhawatirkan dapat meredam aktivitas ekonomi dan permintaan minyak. Harga minyak mentah berjangka WTI diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $58,85-$58,25. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $60,11-$60,77.



