(Vibiznews – Commodity) – Pada hari Jumat Harga biji besi naik sedikit setelah turun selama 6 hari berturut-turut karena harga bahan baku pembuatan baja terus rendah sehingga meredakan kekhawatiran dari pabrik baja sehingga dapat membeli lebih banyak bahan baku .
Harga biji besi Mei di China Dalian Commodity Exchange (DCE) pada pasar pagi hari naik 1.21% menjadi 795 yuan ($114.16) per MT.
Harga biji besi minggu ini turun 2.82% .
Harga biji besi Februari di Singapore Exchange naik 0.97% menjadi $104.65 per ton. Harga mingguan turun 1.59% dari minggu lalu
Harga biji besi yang turun berkelanjutan membantu meredakan pesimisme pasar sehingga memungkinkan pabrik besi dapat membeli lebih banyak bahan dan dapat mempertahankan profit menjelang hari Tahun Baru Imlek
Keuntungan dari baja masih dapat diterima karena harga bahan baku pembuatan baja, batu bara kokas dan kokas yang rendah.
Oleh karena itu, produksi logam panas diperkirakan akan meningkat, dan persediaan pabrik baja masih memiliki ruang untuk tumbuh, tambahnya.
Beberapa pabrik baja proses pendek di Guangxi dan Guangdong berencana untuk menangguhkan produksi pada akhir Januari sebelum liburan Tahun Baru Imlek, dengan produksi akan dilanjutkan pada bulan Maret, menurut catatan dari Mysteel.
Walaupun pasar properti Cina masih diperkirakan masih akan merosot, tetapi investasi infrastruktur diperkirakan akan naik sehingga mengurangi penurunan permintaan di 20226 menurut laporan ANZ Research Commodity.
Investasi di sektor energi akan meningkat seiring dengan berkurangnya tekanan terhadap pendanaan sehingga meningkatkan investasi infrastruktur baru.
Bahan baku pembuatan Baja di DCE juga naik batubara kokas naik 2.84% dan kokas naik 2.59%.
Patokan harga baja di Bursa Berjangka Shanghai menguat.
Baja tulangan menguat 0,58%, baja gulungan panas naik 0,52%, kawat baja tumbuh 0,38%, dan baja tahan karat tetap tidak berubah.
Loni T / Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting



