(Vibiznews – Commodity) – Kenaikan harga minyak sawit atau CPO acuan dunia berlanjut di kisaran tertinggi 2 bulan pada perdagangan bursa komoditas Malaysia hari Rabu (28/1/2026) oleh tingginya harga minyak nabati di pasar Dalian dan Chicago serta perkiraan ekspor yang lebih kuat.
Harga minyak sawit yang banyak diperdagangkan yaitu kontrak berjangka bulan Maret 2026 ditutup naik 0,14% menjadi sekitar MYR4.254, setelah awal sesi sempat berada di posisi MYR4.222.
Surveyor kargo melaporkan bahwa ekspor minyak sawit Malaysia untuk periode 1-25 Januari naik antara 7,97% dan 9,97% dibandingkan dengan periode yang sama pada bulan Desember.
Sementara itu, permintaan minyak sawit diperkirakan akan meningkat menjelang Tahun Baru Imlek dan musim Ramadan pada bulan Februari, sementara pelaku pasar juga mengantisipasi laporan penurunan tajam dalam produksi Januari karena faktor musiman.
Namun, kenaikan dibatasi oleh penguatan ringgit, yang cenderung mengurangi daya saing ekspor, dan kehati-hatian menjelang data PMI Januari China, mengingat peran negara tersebut sebagai pembeli utama.



